Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berkebun secara Hidroponik, Noja Bali Hidroponik Manfaatkan Tenaga Surya untuk Gerakkan Pompa Air

Ida Ayu Alit Maharatni bersama suami Ida Bagus Made Purwanasara memanfaatkan lahan ‘nganggur’ untuk berkebun dengan sistem hidroponik dengan nama Noja

Tayang:
Ida Ayu Alit Maharatni
Kegiatan di Noja Bali Hidroponik di Jalan Noja II, Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ida Ayu Alit Maharatni bersama suami Ida Bagus Made Purwanasara memanfaatkan lahan ‘nganggur’ untuk berkebun dengan sistem hidroponik dengan nama Noja Bali Hidroponik.

Noja Bali Hidroponik berlokasi di Jalan Noja II, Denpasar, Bali dengan mengusung tagline “Food Water Energy”.

Pada  kebunnya ini, sedikitnya ada lima blok model, yakni Nutrient Film Technique (NFT), Dutch Bucket System (DBS), Deep Water Culture (DWC), Water Culture System (WCS), sistem tetes, dan lainnya.

Selain itu, Noja Hidroponik ini juga membuat kelas-kelas pengenalan dan praktik bersama.

Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Jemaah Haji 2020, Begini Penjelasan Menteri Agama Fachrul Razi

Widi Mulia Mengaku Tak Tahu Kapan Suaminya Mengonsumsi Ganja, Dwi Sasono Ingin Sembuh

Hujan Diprediksi Terjadi di Bali Bagian Tengah dan Selatan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini  

Ida Ayu Alit Maharatni mmenuturkan, awalnya kebun itu merupakan lahan yang digunakann untuk pembuangan sampah oleh para tetangganya.

Karena keinginannya untuk memanfaatkan lahan tersebut, dirinya pun memanfaatkan barang-barang bekas seperti ban bekas maupun botol plastik.

Awalnya, ia bersama suami memulai berkebun secara konvensional, lama-lama mereka pun tertarik dengan hidroponik dan mulai belajar dari nol lewat kursus yang diikuti.

Dalam waktu singkat, kebun hidroponiknya berkembang hingga bisa memenuhi kebutuhan dapurnya pun terpenuhi.

BREAKING NEWS Masih Dilanda Covid-19, Pemerintah Resmi Batalkan Pemberangkatan Ibadah Haji 2020

Mengapa Gambar Wanita Dijadikan Logo? Berikut Asal-usul Nama Starbucks

Dua Orang Alami Kecelakaan di Jalan Sunset Road Kuta

“Karena ada kelebihan sayur saat beberapa kali panen maka kini sayur-sayur itu bisa dijual. Misalnya kangkung, selada, dan pokcoy. Tujuannya biar bisa tiap hari makan sayur sehat sih awalnya,” katanya.

Uniknya, kebun hidroponik seluas 200 meter persegi itu menggunakan tenaga surya untuk menggerakkan pompa air.

Sudut yang menonjol adalah instalasi bunga matahari dari kerangka besi berwarna kuning cerah yang dipasangi panel-panel surya.

Mirip seperti bunga matahari raksasa.

Panel surya yang dipasang di sekitar kebunnya itu sebagai pengganti lisktrik agar sistem pengairan pada sayuran bisa dilakukan.

“Hidroponik itu menggunakan pompa untuk mengalirkan air dan mensuplai oksigen. Otomatis pompa membutuhkan listrik, jadi listriknya kami buat mandiri dari solar panel. Ini bisa juga sebagai solusi apabila di lahan yg akan digunakan berhidroponik tdk terdapat listrik,” katanya.

Trump Kerahkan Ribuan Tentara Bersenjata Lengkap ke Jalanan Washington Untuk Padamkan Kerusuhan

Siswa SMP Ini Pasrah Karena Tugas dari Guru Tak Masuk Akal: Chat Donald Trump hingga Bos Facebook

Perempuan yang akrab disapa Nanik ini pun membeberkan kebutuhan listrik yang diperlukan untuk kebun hidroponiknya setiap harinya.

“Tergantung besaran masing-masing  modul. Per modul biasanya perlu 70-100 watt. Kami ada sekitar 5 modul. Butuh listrik kurang lebih 300 watt. Tujuannya agar keluarga kami tidak menanggung beban dosa dari PLTU. Penggalian batu bara,” terangnya.

Nanik pun menyampaikan penggunaan tenaga surya sesungguhnya sebanding dengan penggunaan listrik PLN, jika dihitung 10 tahun kedepan.

Maka penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) jauh lebih murah.

“Secara ekologis karena kami tau sumber listrik negara salah satunya dari Coal ada perasaan nyaman saat kami menggunakan PLTS, lifestyle, ketika listrik tetangga mati rumah kami tetap terang, terpenting saat peak cahaya matahari adalah waktu yang tepat buat menggunakan peralatan elektronik kami secara gratis seperti mencuci, setrika dan masak,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved