Demo Kasus George Floyd Pecah di Gedung Putih Donald Trump Disembunyikan di Bunker

Floyd tewas pada Kamis (25/5/2020), setelah seorang polisi Minneapolis mengunci lehernya hingga meninggal akibat tak bisa bernapas.

(AFP / NICHOLAS KAMM)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019) 

TRIBUN-BALI.COM - Saat kerusuhan kasus George FloydPresiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, diungsikan di ruang perlindungan bawah tanah alias bunker pada Jumat (29/5/2020).

Demo yang dilakukan ratusan orang tersebut berujung kerusuhan, pelemparan batu dan menarik barikade polisi.

Hal ini membuat agen layanan rahasia mengungsikan Trump ke bunker.

Dikutip Tribunnews dari New York Post, Donald Trump diketahui bersembunyi di bunker selama sekitar satu jam, menurut seorang Republikan di Gedung Putih.

Keputusan membawa Trump ke bunker diambil secara tiba-tiba, ketika para pengunjuk rasa meneriakkan protes mereka di Taman Lafayette, sementara petugas berjuang menahan kerumunan.

Diketahui, aksi unjuk rasa ini dipicu kematian pria berkulit hitam George Floyd.

Floyd tewas pada Kamis (25/5/2020), setelah seorang polisi Minneapolis mengunci lehernya hingga meninggal akibat tak bisa bernapas.

Polisi yang menewaskan Floyd, Derek Chauvin, kini didakwa pembunuhan.

Terkait Trump bersembunyi di bunker ketika demo pecah, pihak Gedung Putih tak memberikan komentar.

"Gedung Putih tidak mengomentari protokol dan keputusan keamanan," kata Juru Bicara Gedung Putih, Judd Deere.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved