Hasil Autopsi Independen Terungkap, Kematian George Floyd Karena Tak Bisa Bernapas

Dari foto yang beredar, tubuh George Floyd ditindih oleh Derek Chauvin, dan lutut polisi tersebut menekan leher George Floyd.

Ilyas Tayfun Salci / ANADOLU AGENCY / Anadolu Agency via AFP)
Demonstrasi di London mengecam tewasnya George Floyd 

TRIBUN-BALI.COM - Ahli yang disewa keluarga George Floyd telah mengautopsi jasad George Floyd.

Mereka menyimpulkan kematian Floyd disebabkan oleh asfiksia.

Sebagai catatan, afiksia merupakan gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh, yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau pun jaringan tubuh.

Menurut temuan awal dari pemeriksaan yang dirilis Senin (1/6/2020), pada kasus kematian, afiksia yang dialami George Floyd karena kompresi leher dan punggung yang menyebabkan kurangnya aliran darah ke otak.

Dikutip Tribunnews dari ABC News, para ahli menemukan, berat badan di punggung George Floyd, borgol, dan posisi merupakan faktor yang berkontribusi.

Dari foto yang beredar, tubuh George Floyd ditindih oleh Derek Chauvin, dan lutut polisi tersebut menekan leher George Floyd.

Para ahli menegaskan, hal tersebut menganggu kemampuan diafragma Floyd.

Laporan tersebut menyimpulkan George Floyd meninggal di tempat kejadian.

Sebagaimana diketahui, saat kejadian itu terekam, George Floyd merintih "Aku tidak bisa bernapas".

Kemudian, Kantor Pemeriksaan Medis Hennepis merilis temuan awal autopsi mereka pada Senin (1/6/2020).

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved