Keputusan Terbaru Pemerintah China, Anjing Itu Hewan Peliharaan Bukan Makanan

Kementerian Pertanian China menggolongkan anjing sebagai hewan peliharaan, bukan makanan dalam panduan baru.

Pixabay
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, BEIJING - Pemerintah China membuat langkah terobosan yang menarik.

Kementerian Pertanian China menggolongkan anjing sebagai hewan peliharaan, bukan makanan dalam panduan baru.

Langkah itu muncul beberapa pekan sebelum festival daging anjing yang kontroversial di Yulin, region Guangxi di kawasan selatan.

Dalam panduan yang dirilis Kementerian Pertanian, terdapat beberapa hewan yang diklasifikasan sebagai ternak maupun hewan yang bisa dikonsumsi.

Di antaranya adalah 17 binatang ternak tradisisional, seperti sapi, babi, unggas, kelinci, dan unta. Kemudian ada 16 "spesies khusus".

Ramalan Zodiak Keuangan Selasa 2 Juni 2020, Scorpio Tak Perhitungkan Laba, Aquarius Tetap Menabung

Cetak Hattrick Perdana, Sancho Samai Rekor Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi

Ikut Aksi Protes, Putri Wali Kota New York Diamankan

Mereka yang masuk ke dalam daftar itu adalah rusa, alpaca, burung, burung unta, dan rubah, seperti diberitakan SCMP Sabtu (30/5/2020).

Spesies yang masuk dalam daftar sesuai dengan Undang-undang Peternakan, yang mengizinkan hewan untuk diambil daging maupun bulunya.

Dalam keterangan si situs resminya, Kementerian Pertanian China menjelaskan bahwa mereka masih menunggu respons publik terkait daftar hewan yang boleh dimakan.

Namun, kementerian menerangkan bahwa sebagian besar publik setuju bahwa anjing harus dihilangkan dari daftar binatang yang boleh diperjualbelikan dagingnya.

Pada zaman dahulu hewan itu dijadikan penjaga rumah, membantu manusia ketika berburu maupun menggembala ternak.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved