Corona di Bali

PKM Hari Pertama di Serangan Denpasar, Linmas Serangan Tertibkan Warga Mancing di Pinggiran Kanal

Desa dan Kelurahan Serangan, Denpasar, Bali, memberlakukan PKM hari pertama pada Selasa (2/6/2020)

Istimewa
Linmas Kecamatan Serangan menertibkan seorang pemancing di pinggiran kanal kawasan tersebut, Selasa (2/6/2020) 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa dan Kelurahan Serangan, Denpasar, Bali, memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) hari pertama pada Selasa (2/6/2020).

Seiring dengan itu, para pemancing kini juga tidak lagi diperbolehkan untuk melakukan aktivitas memancing di pinggiran kanal aliran sungai di kawasan tersebut.

Lurah Serangan, I Wayan Karma menjelaskan, selain membahayakan pemancing juga selama masa PKM tidak boleh ada kegiatan berkerumun.

Sejumlah Linmas disiagakan untuk berjaga-jaga di lokasi untuk mengimbau para pemancing yang nekat melanggar aturan.

Setiap Hari Ratusan Orang Hendak Lakukan Perjalanan Udara Datangi RS PTN Unud untuk PCR & Rapid Test

Ebola Kini Menyebar di Kongo, Ujian Sulit di Tengah Memerangi Covid-19

Disdikpora Bali Buka Pendaftaran PPDB 15 Juni, Masyarakat Pilih Sekolah Negeri Diprediksi Bertambah

"Iya karena berbahaya, banyak kendaraan lalu lalang, kemarin juga kami temukan berkerumun banyak mancing di situ jaraknya terlalu dekat, jadi seiring dengan PKM hari pertama ini, kami putuskan tidak boleh mancing di kanal itu, kalau mancing ya silakan di karamba, itupun harus mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.

Hal ini juga berlaku bagi pemancing menggunakan perahu di karamba atau laut.

Di mana pemancing dalam satu kapal hanya dibatasi 5 orang saja.

"Yang di laut di karamba memang kami buka, tapi semua pemancing harus menaati protokol kesehatan, pakai masker, biasanya 10 orang satu perahu sekarang 5 orang," tutur dia.

Selain itu dengan pemberlakuan PKM wilayah Desa maupun Kelurahan Serangan ini setiap orang yang masuk akan dilakukan pengecekan suhu tubuh dan harus memakai masker.

Serta dilakukan patroli di wilayah dan tempat upacara melasti.

Hingga siang ini ada 5 orang yang terpaksa putar balik karena kedapatan tidak memakai masker.

"Ada 5 orang tadi yang kami suruh putar balik karena tidak pakai masker," ujar Wayan. (*).

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved