Semarak Bermain Layangan Tanpa Festival di Gianyar
Meski tak ada festival layangan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun di setiap kampung sedang marak masyarakat bermain layangan.
Penulis: I Nyoman Mahayasa | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Belakangan ini bermain layangan menjadi kegiatan yang banyak diminati.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya pada saat musim layangan, kali ini penghobi layangan meningkat drastis.
Pada hari Senin (1/6/2020), terlihat langit-langit dipenuhi berbagai macam jenis layangan.
Meski tak ada festival layangan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun di setiap kampung sedang marak masyarakat bermain layangan.
• Info Diskon Listrik Bulan Juni melalui www.lightup.id, Simak Persyaratan & Cara Mendapatkannya
• Pogs Warung Manjakan Para Pelanggannya dengan Promo Menarik Selama 6 Hari
• Dokter Positif Covid-19, 151 Pegawai RSUD Klungkung Akan Jalani Rapid Test
Dari kawasan Sukawati, Blahbatuh, Ubud, Payangan hingga Tampaksiring, Gianyar, Bali, ada ratusan layangan menghiasi langit-langit dengan berbagai macam bentuk.
Hobi layangan tak hanya disukai kalangangan anak-anak, bahkan orang dewasa pun ikut bermain layangan.
Hal ini dikarenakan pembatasan kegiatan membuat banyak masyarakat mencari hiburan atau menikmati berbagai hobinya untuk mengisi kekosongan di tengah pandemi Covid-19.
Penutupan kegiatan sekolah dan berbagai aktivitas yang tidak bisa dilakukan menjadi faktor banyak masyarakat mencari hiburan di rumah.
Dan layangan menjadi salah satu kegiatan yang saat ini banyak diminati.
Pemilik warung sembako pun saat ini banyak yang menjual layangan.
"Murah 3000 rupiah saja" ucap Desak Sari yang memajang puluhan layangan di warungnya di Gianyar, Bali.
Hal tersebut juga memberi keuntungan bagi pembuat layangan saat ini, seperti surya asal Bitra Gianyar memanfaatkan situasi tersebut dan sudah membuat puluhan layangan untuk dijual.(*).