Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Pengusaha Harap Jalan Jebol Singakerta Cepat Tuntas, Dinas PU Gianyar Sebut Selesai Akhir Oktober 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, Bali telah mulai melakukan perbaikan jalan jebol di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
JALAN JEBOL - Alat berat sudah ada di jalan jebol di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali namun tidak bekerja, Rabu (24/9/2025) pukul 10.00 Wita.  

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, Bali telah mulai melakukan perbaikan jalan jebol di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Namun pekerjaanya terkesan tidak cepat. Pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 10.00 Wita, tidak ada pekerja yang melakukan aktivitas, hanya terdapat alat berat tanpa tuan.

Masyarakat pun menanyakan hal ini. Karena mereka ingin jalan tersebut cepat normal, agar perekonomian bisa kembali berputar normal. 

Baca juga: Piasan Pura Melanting di Sukawati Gianyar Terbakar Akibat Abu Dupa

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Made Gede Astawiguna, Rabu (24/9) mengatakan, pengerjaan ini membutuhkan waktu dan tidak dikerjakan setiap saat.

Sebab pekerjaan bersifat bertahap, mengandalkan material dan tenaga kerja Dinas PUPR, bukan kontraktor.

"Ini pekerjaan dari PU, bukan kontraktual sehingga perlu waktu," ujarnya.

Namun ia memastikan pekerjaan kali ini akan maksimal, tidak akan jebol lagi. Dimana dalam mengantisipasi jalan tersebut jebol kembali, pihaknya akan memasang box untuk gorong-gorong dengan lebar 3 meter dan ketinggian 4 meter.

"Saat ini sedang membuat jalur pemasangan box, nanti untuk pengerjaan akhir, seperti pengaspalan, membuat bahu jalan dan sebagai, akan kami maksimalkan pekerjaan.

Proses ini butuh waktu, palingan akhir Oktober atau pertengahan November selesai," ujarnya.

Baca juga: Distanak Gianyar Bali Gencarkan Eliminasi Anjing, Arya Darma: Wajib Didampingi Desa

Hal tersebut pun mematahkan harapan masyarakat, terutama yang memiliki usaha di jalur ini.

Sebab mereka ingin pengerjaan selesai secepatnya agar roda ekonomi bisa segera berjalan di jalur ini.

Pemilik toko bangunan, I Made Dana mengungkapkan, sejak jalan tersebut kembali jebol pada 10 September 2025, dirinya kehilangan pendapatan.

Sebab pelanggannya sebagian menggunakan kendaraan roda empat, tidak bisa masuk dari arah timur.

Sebab selama ini, pelanggan kebanyakan datang dari arah timur.

Pun jika ke tokonya, mereka wajib mencari jalur lain yang cukup jauh. Dan, itu pun telah melewati toko bangunan lain, sehingga pelanggannya lebih memilih membeli di toko lain.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved