Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Distanak Gianyar Bali Gencarkan Eliminasi Anjing, Arya Darma: Wajib Didampingi Desa

Selain vaksinasi, dilaksanakan juga eliminasi selektif tertarget. Dari hasil eliminasi tahunan ini, anjing yang diduga positif rabies

Tayang:
istimewa
Eliminasi: Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Bali melakukan eliminasi anjing liar, belum lama ini 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Gianyar berharap Perbekel dan Lurah melaporkan keberadaan anjing liar tanpa pemilik di wilayahnya untuk dilakukan Eliminasi Selektif Tertarget guna mengantisipasi penyebaran rabies. 

Kepala UPT Kesehatan Hewan 1 Gianyar, Nyoman Arya Darma, menjelaskan bahwa UPT Kesehatan Hewan siap melakukan eliminasi selektif tertarget di mana pun di wilayah Kabupaten Gianyar, Bali.

Namun, Arya Darma memberikan syarat bahwa saat dilakukan eliminasi harus didampingi aparat desa dan siap melakukan penguburan dengan mandiri. 

"Kalau kita ujug-ujug eliminasi, nanti ada warga yang mengaku sebagai pemiliknya, kami di UPT Keswan tidak mau ada konflik saat bertugas," jelas Arya Darma, Rabu 23 September 2025.

Baca juga: TEKAN Kasus Rabies, Badung Dorong Perarem Desa Adat, Libatkan Desa Adat Cegah Rabies Melalui Perarem

Tahun 2025 ini, tercatat jumlah populasi anjing sekitar 88.800 ekor, dengan populasi terbanyak masih didominasi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Sukawati 21.344 ekor, Gianyar 16.107 ekor, dan Blahbatuh 11.461 ekor. 

Selain vaksinasi, dilaksanakan juga eliminasi selektif tertarget. Dari hasil eliminasi tahunan ini, anjing yang diduga positif rabies sebanyak 200-an ekor. 

Eliminasi selektif juga dilakukan pada anjing liar di lokasi TPA ilegal dan sekitar pasar desa.

Arya Darma mengungkapkan, banyak anjing lepas liar tanpa peneng atau kalung, sehingga tidak bisa diketahui riwayat vaksinnya. 

"Harapan kami, sebaiknya peliharaan diberi kalung/peneng, dan dipastikan sudah tervaksin," harap Arya Darma.

Pada September 2025 ini, setidaknya 11 ekor anjing sudah dieliminasi secara selektif tertarget di Desa Serongga dan Desa Bona. 

Eliminasi ini atas permintaan aparat desa dan dilakukan pendampingan saat eliminasi, termasuk dikubur mandiri.

Arya Darma menjelaskan, bahwa eliminasi ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu, dilakukan secara diam-diam dan diketahui oleh aparat desa. 

"Namun, belakangan ini permintaan dari aparat desa meningkat, karena populasi meningkat terus, termasuk peningkatan populasi anjing liar," ujarnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved