Corona di Bali

BREAKING NEWS: Sembilan Warga Positif Covid-19, Lalulintas di Jalan Meduri Denpasar Dibatasi

Desa Adat Sumerta bersama Kelurahan Sumerta melakukan pembatasan lalilintas masyarakat di Jalan Meduri Denpasar.

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Pacalang Desa Adat Sumerta berjaga di pintu masuk persimpangan Jalan Meduri-WR Supratman, Denpasar. Penjagaan dilakukan karena pihak Kelurahan dan Desa Adat Sumerta melakukan pembatasan lalu lintas di Jalan Meduri setelah adanya sembilan warga yang positif Covid-19, Jumat (5/6/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa Adat Sumerta bersama Kelurahan Sumerta melakukan pembatasan lalilintas masyarakat di Jalan Meduri Denpasar.

Pembatasan lalu lintas ini dilakukan setelah adanya sembilan warga di Gang IIIA Jalan Meduri yang positif terjangkit Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19

I Made Agus Setiawan, Pacalang Desa Adat Sumerta yang berjaga di persimpangan Jalan Meduri-WR Supratman, menegaskan bahwa bahwa pihaknya tidak melakukan penutupan di Jalan Meduri, tetapi hanya pembatasan lalilintas.

"Cuma kalau tidak berkepentingan baru kita tolak," tuturnya saat diwawancarai oleh Tribun Bali.

Sembuh, Enam Pasien PDP dan Covid-19 di Jembrana Dipulangkan

3 Dokter Positif Covid-19, RSUP Sanglah Akan Perketat Kebijakan Protokol Kesehatan

BREAKING NEWS - Pedagang Positif Covid-19, Diskes Rapid Test Pengunjung dan Petugas Pasar Galiran

Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan atau hanya sekadar lewat untuk menuju ke wilayah lain, dimohon agar berlalulintas melalui jalan lainnya.

Sementara bagi masyarakat yang tinggal di Jalan Meduri dan mereka yang membawa kebutuhan logistik, tetap diperkenankan untuk masuk ke wilayah tersebut.

Masyarakat dan pengirim logistik yang masuk tetap harus memakai masker dan diupayakan tetap menjaga jarak.

Sebelum melakukan penutupan, antara Kelurahan Sumerta dengan Desa Adat Sumerta, termasuk Pecalang sudah melakukan koordinasi.

Penutupan dilakukan mulai dari 3 Juni 2020 hingga 14 hari ke depan.

Namun dirinya mengakui, meski ada pembatasan ini, masih ada saja masyarakat yang bandel untuk tetap bersikukuh lewat di Jalan Meduri.

Bagi mereka yang membandel, pihaknya pun tidak bisa memberikan sanksi, kecuali hanya sebatas teguran lisan.

Pihaknya mengaku telah berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat tidak resah, terlebih sembilan orang tersebut kini sudah mendapatkan perawatan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud)

Selain dilakukan penutupan, wilayah di Jalan Meduri juga setiap haru dilakukan penyemprotan disinfektan. "Setiap hari juga disemprot, nanti sore juga disemprot (disinfektan)," tuturnya.

3 Dokter Positif Covid-19, RSUP Sanglah Perketat Protokol Kesehatan

Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020).
Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Bali,  baru-baru ini mengonfirmasi tiga dokternya yang terjangkit virus Covid-19.

Terpaparnya tenaga medis tersebut diduga kuat didapat saat mereka melayani pasien di lingkungan rumah sakit.

Dengan kejadian itu, RSUP Sanglah kini membuat kebijakan protokol kesehatan baru dengan memperketat beberapa aturan sebelumnya.

Kebijakan ini disampaikan oleh Dr. dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG(K), MARS. selaku Plt. Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah melalui video yang di sebar ke grup media.

Ia mengatakan, ada beberapa kebijakan, pertama RSUP Sanglah akan meningkatkan perlindungan kepada Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan cara mengatur jadwal praktek, hal ini sudah mereka koordinasikan dengan dekan FK Unud serta ketua program studi di departemen masing-masing.

"Jadi kita berikan mereka kesempatan untuk beristirahat, jadi mereka berjaga pun tidak boleh setiap hari, itu agar sudah diatur oleh masing-masing prodi di lingkungan departemen Rumah Sakit Sanglah," paparnya.

Kedua, RSUP Sanglah akan melakukan pemeriksaan swab atau screening kepada tenaga medis atau peserta didik di RSUP Sanglah maupun yang ada di Rumah Sakit Udayana.

"Kita akan melakukan pemeriksaan swab atau screening khusus peserta didik kita. Jadi seluruh peserta didik yang ada di Rumah Sakit Sanglah termasuk yang ada di Rumah Sakit Udayana. Kita akan lakukan itu dengan secara berkala sesuai dengan prioritasnya," jelasnya.

Selain itu, RSUP Sanglah juga akan melakukan tes swab atau screening kepada tenaga non-medis.

"Kemudian juga dengan tenaga non medisnya yang ada di rumah sakit, jadi kita akan lakukan untuk pemeriksaan screening apakah ada yang terpapar Covid-19 ini atau tidak. Jadi kita sudah menyusun jadwal merencanakan setiap petugas kita tenaga kesehatan kita akan dilakukan pemeriksaan swab secara berkala," urainya.

Keempat, RSUP Sanglah akan melakukan rapid test bagi pasien yang baru masuk rumah sakit supaya meminimalisir penyebaran.

"Jadi untuk pasien sendiri, itu nanti dalam hal kedepannya adalah kita akan melakukan rapid test. Jadi setiap pasien yang masuk itu harus melakukan screening atau rapid test," jelas dia.

Kelima, RSUP Sanglah memperketat sistem operasi, khususnya operasi elektif.

Bagi pasien yang akan melakukan operasi elektif maka diwajibkan dahulu untuk tes swab, minimal dua hari sebelum operasi berlangsung.

"Intinya pasien-pasien yang akan melakukan operasi elektif itu, sudah melakukan tes swab terlebih dahulu sebelum dia melakukan operasi. Jadi itu kebijakan kita dalam operasi elektif. Kemudian juga untuk penjadwalan operasi tidak sepadat yang dulu, pemakaian ruangan tidak akan seperti sebelumnya, akan kami batasi," ungkap dia.

Yang terakhir, RSUP Sanglah akan memperketan APD dari tenaga medis, khususnya bagi dokter-dokter spesialis, yang bertugas di poliklinik, rawat jalan, inap, yang akan mendapat upgrade APD satu level lebih tinggi dari APD sebelumnya.

"Jadi pemakaian APD khususnya bagi dokter spesialis yang menangani langsung maka akan menggunakan APD satu level lebih tinggi daripada APD sebelumnya. Kemudian untuk tenaga kita yang ada di poliklinik, rawat jalan, rawat inap juga akan kita tingkatkan penggunaan APD-nya. Dalam hal ini sudah tentu kebutuhan APD akan dikoordinasikan dengan pihak terkait," papar dia.

Tidak lupa juga RSUP Sanglah akan menyediakan hansanitizer disetiap ruangan untuk para pengunjung guna mensterilkan lingkungan rumah sakit. (*).

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved