Corona di Indonesia

Slot Time Per Jam di Bandara Ngurah Rai Kini Dibatasi Maksimal 11 Pergerakan Takeoff dan Landing 

Otban Wilayah IV selaku Otoritas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan melakukan pengawasan terhadap penerapan SE dari Dirjen Hubud

Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali
Foto istimewa kiriman Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Suasana pasca hujan pesawat take off di Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dengan keluarnya SE Gugus Tugas No 7 Tahun 2020 dan ditindaklanjuti oleh Menhub mengeluarkan PM No 41 Tahun 2020 menggantikan PM No 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Kemudian Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19.

Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV selaku Otoritas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tentu akan melakukan pengawasan terhadap penerapan SE dari Dirjen Hubud tersebut.

“Terbit SE baru dari Dirjen Perhubungan Udara yang intinya kalau di regulasi baru seperti kriteria pengecualian penumpang yang dulu ada untuk masyarakat tertentu seperti surat tugas, kedukaan, repatriasi, dukungan medis, dan lain-lain itu sudah tidak berlaku,” kata Kepala Seksi Angkutan Udara, Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Puguh Lukito seizin Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Elfi Amir, Selasa (9/6/2020).

Cuaca Besok di 11 Perairan Indonesia Terjadi Gelombang Tinggi, Bali Bagian Selatan Capai 2 Meter

Mental & Psikis Kepala Keluarga Menurun, Kekerasan dalam Rumah Tangga Jadi Ancaman Saat Pandemi

Anda Sedang Diet ?, Coba Makan 6 Buah Ini, Bagus untuk Diet dan Bermanfaat untuk Kesehatan

Artinya menurut Puguh saat ini sudah terbuka untuk masyarakat bisa melakukan perjalanan melalui transportasi udara namun mereka harus memenuhi persyaratan di Bandara tujuan dan menerapkan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang dimaksud seperti wajib memakai masker baik sebelum terbang, di dalam pesawat maupun hingga tiba di bandara tujuan, menerapkan jaga jarak atau physical distancing serta cuci tangan, petugas di Bandara yang berhadapan langsung dengan penumpang memakai faceshield dan lainnya.

Sementara untuk persyaratan dokumen bagi penumpang di beberapa Bandara berbeda-beda.

“Untuk dokumen kesehatan ada beberapa Bandara yang persyaratannya cuma hasil rapid test dan kalau ke Bali itu wajib bawa hasil negatif PCR tapi dari Bali mau keluar hanya rapid test tapi ya dilihat lagi daerah tujuannya persyaratannya apa,” tambah Puguh Lukito. 

Menindaklanjuti SE Dirjen Hubud pada poin Pengaturan slot time yang dilakukan oleh operator navigasi penerbangan berdasarkan surat edaran ini mengacu terhadap pencegahan penumpukan calon penumpang di bandar udara.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved