Corona di Bali

Penduduk yang Baru Datang dari Luar Daerah di Wilayah Sesetan Wajib Lapor Dan Rapid Test

Satgas Gotong Royong Covid-19 Sesetan akan fokus pada pemantauan penduduk yang baru datang di wilayah setempat per Bulan Juni 2020 ini.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Kegiatan PKM Desa Adat Sesetan di Pos Banjar Lantang Bejuh Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (28/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wilayah Kelurahan dan Desa Adat Sesetan telah mengakhiri Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PKM) per 10 Juni 2020 setelah diberlakukan sejak 28 Mei 2020 lalu.

Selesainya PKM di wilayah ini otomatis mengakhiri juga pemantauan di Pos PKM Banjar Pantang Bejuh, Jalan Raya Sesetan, Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.

Selanjutnya, Satgas Gotong Royong Covid-19 Sesetan akan fokus pada pemantauan penduduk yang baru datang di wilayah setempat per Bulan Juni 2020 ini.

Ketua Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Sesetan, I Wayan Dudik Mahendra mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan setiap kelian lingkungan untuk mendata penduduk yang baru datang, teknis pelaksanaannya sedang diatur apakah secara serentak atau bertahap.

Pasar Malam Kumbasari Tutup Setelah 18 Pedagang Positif Covid-19, Kasus Di Denpasar Naik Saat PKM

Tujuannya untuk melindungi semua warga yang tinggal di Sesetan.

"Siapapun penduduk yang baru datang dari luar daerah di wilayah ini, baik yang kos ataupun yang ada keluarganya yang memiliki rumah atau ngontrak, warga asli pun juga yang baru datang dari luar daerah, per Juni ini, wajib lapor dan akan kita minta kelengkapan surat rapid test, kalau belum melakukan rapid test akan diarahkan melaksanakan rapid test, karena beberapa yang positif kebetulan bukan warga asli Sesetan, tapi mereka yang statusnya pendatang, kita tidak ingin terjadi penyebaran transmisi lokal yang parah," kata pria yang akrab disapa Dudik itu kepada Tribun Bali, Kamis (11/6/2020).

Di samping itu, Dudik menjelaskan alasan kenapa PKM Wilayah Sesetan tidak diperpanjang karena tujuan dari peningkatan kesadaran masyarakat khususnya terkait protokol kesehatan penggunaan masker dinilai sudah sesuai sasaran.

"Kenapa tidak kita perpanjang, karena tujuan kita meningkatkan kesadaran masyarakat tercapai, tapi sosialisasi protokol kesehatan akan terus digalakkan, sekarang justru kami ingin melihat ke tempat tinggal warga, ada mereka yang baru datang tidak, apalagi yang dari daerah zona merah covid-19," kata dia.

Posko Goyong Royong Covid-19 di Kelurahan Sesetan akan diintensifkan untuk tetap melakukan pemantauan kesadaran warga terhadap protokol kesehatan.

"Kelurahan tetap melanjutkan pemantauan mereka yang tanpa masker di Posko Gotong Royong, sebenarnya substansinya masih sama, di adat kami memiliki kewenangan adat tetapi sanksi administrasi di kelurahan, makanya kita memang harus selalu bersinergi agar bersama-sama menyiapkan diri untuk transisi new normal," jelasnya. 

Pedagang Pasar Kumbasari yang Positif Covid-19 Tidak Ada Yang Berasal dari Sesetan

Adapun selain masalah berakhirnya PKM, Dudik menyebut ari belasan pedagang Pasar Kumbasari yang positif Covid-19 setelah menjalani swab test, tidak ada yang berasal dari wilayah Sesetan, Denpasar Selatan, Bali.

"Dari 18 atau 19 orang yang positif itu, kebetulan tidak ada pedagang yang berasal dari wilayah Sesetan," katanya.

Pria yang akrab disapa Dudik itu menyatakan, dari awal pihaknya sudah mengusulkan kepada pemangku kepentingan untuk fokus memberikan perhatian lebih di pusat keramaian, seperti pasar tradisional agar penyebaran Covid-19 tidak meluas.

"Kami beberapa waktu lalu juga mengusulkan dalam sebuah rapat evaluasi agar ditempatkan petugas di pasar, diberikan perhatian lebih untuk sidak masyarakat tidak bermasker, kalau tidak ada petugas kan kadang santai saja, ada yang melepas masker, kalau ada petugas baru dipakai maskernya," tuturnya.

Oleh sebab itu, meskipun di wilayah Sesetan, PKM sudah selesai per 10 Juni 2020 kemarin, pihaknya tak ingin lengah, giat pemantauan dan sosialiasasi protokol kesehatan terus diintensifkan, bahkan penduduk yang baru datang per Juni ini harus menunjukkan surat rapid test.

"Semua ini tujuannya memutus penyebaran virus Corona. Seperti kasus di pasar sekarang, kejadian terjadi outbreak dan mengkhawatirkan ini akan sulit di-tracing siapa saja pembeli 14 hari ke belakang," beber dia.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk kooperatif jujur terkait riwayat perjalanan dan aktivitas guna kepentingan tracing.

"Misalnya seperti warga kita yang meskipun non reaktif dengan kesadarannya mengisolasi diri," ujar Dudik.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved