Corona di Bali

Persiapan New Normal Pariwisata di Badung : Jemput Wisatawan Sesuai Protokol Kesehatan

Menyongsong new normal ini, Pemkab Badung sudah membentuk tim verifikasi kesiapan pembukaan obyek wisata.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Wisatawan asing melihat-lihat suasana pantai di batas akses yang tertutup di Pantai Kuta-Legian, Bali, Minggu (31/5/2020). 

“Kalau rombongan, mereka wajib transportasinya 50 persen dari kapasitas kendaraan. Misalnya tempat duduk 50 wisatawan yang dijemput 25 orang. Begitu juga kalo pakai taksi maksimal dua orang,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya tidak menyebut kapan objek wisata di Badung akan dibuka.

Pemkab Badung masih menunggu pembahasan di provinsi.

“Jadi intinya kalau sudah dibuka kita siap untuk menerima wisatawan. Begitu juga hotel harus benar-benar siap seperti menyediakan masker yang setiap 4 jam harus diganti, begitu juga yang lainnya,” katanya.

Sementara Anggota Komisi II DPRD Badung, IGAA Inda Trimafo Yuddha, mengusulkan dalam kesiapan new normal tourism, pemerintah agar melibatkan komponen pariwisata.

“Hingga kini, pemerintah juga belum ada subsidi untuk destinasi wisata, padahal itu merupakan titipan dan milik pemerintah. Destinasi wisata juga harus menyiapkan protokol kesehatan yang jelas tapi jangan terlalu berlebihan,” ujarnya.

Sedang Digodok

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama pemangku kepentingan terkait sampai saat ini sedang menggondok skema yang tepat untuk pariwisata Bali menghadapi new normal.

Skema tersebut melalui pemikiran dari berbagai sudut sehingga ketika pariwisata dibuka maka semua hal dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Kami tentunya berharap dengan kedisiplinan kita semua untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 segera berlalu, tapi ketika nanti new normal telah kita terapkan, maka kita sudah membukanya dengan kesiapan yang matang dan tidak menimbulkan resiko yang tinggi," kata Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

Hal tersebut Cok Ace jelaskan saat menjadi salah satu narasumber dalam Web Seminar yang dilaksanakan oleh Ekraf Kabupaten Gianyar yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar, pada Rabu (10/6/2020).

Wagub Cok Ace mengatakan, dalam membangun sektor pariwisata di tengah ataupun pascapandemi Covid-19 dibutuhkan suatu kolaborasi yang harmonis antara masyarakat, para pelaku industri kreatif, industri pariwisata, serta pemerintah.

Menurutnya yang akan menang dalam pertarungan dengan Covid-19 ini adalah mereka yang mengedepankan kolaborasi bukan kompetisi.

“Untuk itu saya harap melalui webinar ini kita dapat membangun pengertian dan kolaborasi dalam membangun pariwisata Bali dalam era new normal nanti, sehingga pariwisata Bali dapat tetap tumbuh dan berkembang dengan aman," harapnya.

Wagub Cok Ace juga mengatakan, bahwa pemahaman terkait protokol kesehatan Covid-19 harus dimiliki oleh setiap destinasi wisata yang ada di Bali sehingga diperlukan sosialisasi serta edukasi kepada pihak pengelola destinasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved