Corona di Bali

Stigma Negatif Terhadap Pengidap Bisa Bikin Orang Takut Tes Covid

Seiring merebaknya Covid-19, di sebagian kalangan masyarakat muncul semacam stigma negatif terhadap mereka yang dinyatakan positif mengidap Covid-19,,

Tribun Bali
Bahaya Stigma Negatif pada Pengidap virus Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seiring dengan merebaknya wabah Covid-19, di sebagian kalangan masyarakat muncul semacam cap atau stigma negatif, terhadap mereka yang dinyatakan positif mengidap virus itu.

Akibatnya, kendatipun terjangkit virus itu sama-sekali bukanlah aib, namun terkesan bahwa pengidapnya jadi dipersepsi negatif.

Padahal, mengidap Covid-19 itu bukanlah sebuah penyimpangan perilaku dan moral yang layak untuk di-stigma negatif.

Sebab, siapapun mereka, tak peduli dia memiliki moral baik atau sebaliknya, punya kemungkinan untuk terjangkit virus itu.

Bukan hanya si pengidap, bahkan anggota keluarga dari si positif Covid-19 pun ikut menanggung "getahnya", karena juga terimbas stigma.

Menurut pengamat sosial dari Universitas Udaya (Unud) Bali, Wahyu Budi Nugroho, stigma muncul karena adanya ketidaktahuan masyarakat terhadap sesuatu.

Dalam hal stigma negatif terhadap pengidap Covid-19, kata Wahyu, cap itu muncul karena virus tersebut adalah sesuatu yang abstrak, tidak terlihat, dan secara medis belum bisa diatasi dengan meyakinkan, namun dia berbahaya.

Oleh karena itu, mereka yang kemudian mengidap virus itu dianggap membawa sesuatu yang berbahaya, yang masih dianggap misterius untuk bisa diatasi.

Namun demikian, Wahyu menegaskan, stigma negatif terhadap pengidap Covid-19 seharusnya tidak boleh terjadi.

"Sebab, stigma itu mengandung bahaya," ungkap Wahyu dalam wawancara dengan Tribun Bali, Jumat (12/6/2020).

Apa bahaya dari cap atau stigma negatif bagi pihak yang terstigma?

Bagaimana sejarah munculnya stigma sosial?

Dan bagaimana melakukan rekayasa sosial (social engineering) untuk menghapus stigma sosial?

Kemudian apakah yang dilakukan pemerintah Indonesia selama ini sudah memadai untuk menghindarkan stigma negatif terhadap pengidap Covid-19?

Berikut ini wawancara Tribun Bali dengan Wahyu Budi Nugroho, dosen Universitas Udayana Bali, yang berspesialisasi pada studi Sosiologi Kritik dan Postmodernisme.

Penulis: Sunarko
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved