Corona di Indonesia
Hasil Riset LSI Denny JA Sebut Kecemasan pada Ekonomi Kini Lampaui Kecemasan Terhadap Covid-19
Semula kecemasan virus corona menjadi histeria dunia lantaran jutaan manusia terpapar virus corona, bahkan ratusan ribu orang meninggal
TRIBUN-BALI.COM - Pasca didera pandemi virus corona atau covid-19 sekira lima hingga enam bulan belakangan, Lembaga Survey Indonesia (LSI) Denny JA menyimpulkan adanya pergeseran bentuk kecemasan publik.
Semula kecemasan virus corona menjadi histeria dunia lantaran jutaan manusia terpapar virus corona, bahkan ratusan ribu orang meninggal dunia karena belum kunjung ditemukannya vaksin.
Namun, kini kecemasan publik berubah. Begitu juga dengan masyarakat Indonesia.
Masyarakat katanya kini lebih mencemaskan kesulitan ekonomi ketimbang ancaman virus corona.
• Tetap di Jalur Naturalis, Lukisan Wayan Rono Pernah Dibeli Bupati Gianyar Agus Mahayastra
• Digunakan sebagai Obat Tradisional, Berikut Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan Tubuh
• Jalani Rapid Test, 38 Anggota KPU Bangli Non Reaktif
Bahkan kecemasan ancaman krisis ekonomi melampaui kecemasan terpapar virus corona.
Hal tersebut diungkapkan Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar sebagai salah satu kesimpulan terbaru riset LSI Denny JA, minggu kedua bulan Juni 2020.
Riset dilakukan dengan menganalis data sekunder dari berbagai sumber, mulai dari data dalam negeri dan data Galup Poll (2020), lembaga survei opini publik berpusat di Amerika Serikat.
"LSI Denny JA menemukan lima alasan mengapa di Indonesia juga mengalami pergeseran itu, dari kecemasan terpapar oleh virus corona beralih dan dikalahkan oleh kecemasan terpapar virus ekonomi," ungkap Rully Akbar.
Dipaparkannya, Galup Poll (2020) telah mengukur opini publik di Amerika Serikat mulai minggu kedua bulan April 2020 (6- 12 April) hingga minggu ketiga bulan Mei 2020 (11-17 Mei).
Diketahui terjadi pergeseran kecemasan di Amerika Serikat.
Pada periode 6-12 April 2020, kecemasan atas virus corona berada di angka 57 persen.
Sementara kecemasan atas kesulitan ekonomi berada di angka 49 persen.
Namun lanjutnya pada periode 11-17 Mei 2020, angka kecemasan itu sudah bergeser.
Kecemasan publik atas virus corona menurun ke angka 51 persen.
• 7 Serial dan Film Komedi di Netflix yang Siap Menghibur Hari-harimu
• Pasien Covid-19 Banyuwangi Tambah Dua Orang, Sembuh Satu Orang
• Wapres Maruf Amin: Semua Pihak Harus Siap Menghadapi New Normal
Sementara kecemasan atas kesulitan ekonomi menanjak melampaui kecemasan atas virus di angka 53 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peneliti-lsi-denny-ja-rully-akbar.jpg)