Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tetap di Jalur Naturalis, Lukisan Wayan Rono Pernah Dibeli Bupati Gianyar Agus Mahayastra

Dalam karya-karya lukisannya, ia lebih banyak menggambarkan suasana Bali zaman dulu, seperti suasana pedesaan yang masih alami bangunan tanpa kabel,

Tayang:
Penulis: I Nyoman Mahayasa | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Wayan Rono melukis dengan gaya naturalis, mengambil tema kehidupan masyarakat bali di tahun 1920 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - 17 tahun melukis Wayan Rono (37) tetap melukis dengan gaya naturalis, mengambil tema kehidupan masyarakat bali di tahun 1920

Ia terus menuangkan karyanya itu di atas kanvas.

Dalam karya-karya lukisannya, ia lebih banyak menggambarkan suasana Bali zaman dulu, seperti suasana pedesaan yang masih alami bangunan tanpa kabel, tembok popolan, (tembok dari tanah liat), suasana saat galungan, persawahan, suasana saat panen

Rono lukiskan suasana-suasana itu dengan cat minyak di sebidang kanvas.

Digunakan sebagai Obat Tradisional, Berikut Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan Tubuh

Indef Ungkap 3 Juta Pekerja di Indonesia Terdampak Covid-19, Mulai dari Potong Gaji Hingga Kena PHK

2 Petugas PPS Jembrana Reaktif Rapid Test, Langsung Karantina Mandiri dan Segera Dilakukan Swab Test

Ia mengaku terinspirasi dari foto-foto jaman dulu terutama suasana desanya di Bedulu, Gianyar,

Bahkan saat masih Sekolah Dasar tembok depan rumahnya saat itu masih terbuat dari tanah liat dan sekarang sudah berubah, hanya bangunan dapurnya tidak berubah  masih menggunakan tembok popolan bangunan jaman dulu.

Lewat lukisannya, ia menceritakan aktivitas masyarakat zaman dulu seperti nganggon bebek dengan latar jalan desa yang masih tanah hingga kegiatan upacara

Sampai saat ini Rono masih tetap melukis di jalur naturalis landscape yang indah.

"Saya masih tetap melukis naturalis landscape susana jaman dulu karena ingin menceritakan suasana desa saya zaman dulu, saya tetap melukis dengan gaya seperti ini karena penikmatnya  bisa dari semua kalangan dari anak-anak maupun dewasa" ucap Rono pria asal  Banjar goa, Bedulu Gianyar, Jumat (12/6/2020)

Satu lukisannya yang ia buat berukuran 3 meter dikerjakannya bisa membutuhkan waktu  hingga 2,5 bulan. Diakui memang butuh kesabaran, namun karena sudah biasa ia menikmati setiap lukisan yang dibuat.

Satu lukisan yang ia buat dijual dari  harga satu juta hingga puluhan juta tergantung dari kerumitan dan ukuran media kanvas yang digunakan.

Dari puluhan lukisan yang ia jual ada satu lukisannya yang pernah di beli oleh Bupati Gianyar Agus Mahaysatra yang saat itu masih menjabat sebagai wakil bupati Gianyar, pada ajang Demo melukis sepanjang 1100 meter, serangkaian HUT kota Gianyar ke 244 tahun 2015 yang saat itu diikuti 500 seniman lukis.

Dan jumlah lukisan mencapai 625, bertempat di jalan Bypass Dharma Giri Gianyar

Salah satu lukisan pemandangan sawah dengan objek Pura dan Gunung Agung serta aktivitas petani yang ia buat menarik minat Agus Mahayastra  kala itu hingga karyanyapun dibeli.

Wapres Maruf Amin: Semua Pihak Harus Siap Menghadapi New Normal

Update Covid-19 di Bali, Penambahan Kasus Positif 36 Orang, Sembuh 24 Orang

Trading Emas Jadi Incaran Saat Pandemi Covid-19

Saat ini ia masih tetap melukis di rumahnya meski sempat lesu akibat pandemi Covid-19 saat ini sudah mulai datang lagi order lukisan 3 meter yang sedang dia garap studio rumahnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved