Breaking News:

Corona di Bali

Koster Mengaku Tak Tergoda untuk Cepat-Cepat Membuka Pariwisata Bali

Di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Bali Wayan Koster tidak mau terburu-buru dalam membuka pariwisata.

Dokumentasi DPRD Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri rapat paripurna ke-5 masa persidangan II tahun 2020 DPRD Bali, Senin (15/6/2020). Rapat paripurna ini dengan agenda persetujuan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Bali tahun 2020-2040 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Gubernur Bali Wayan Koster tidak mau terburu-buru dalam membuka pariwisata.

"Kita jangan terburu-buru terpancing dengan sodokan-sodokan agar kita ini cepat membuka pariwisata," pintanya saat rapat paripurna ke-5 masa persidangan II tahun 2020 DPRD Bali, Senin (15/6/2020).

Dirinya mengaku sudah mendapatkan arahan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional, Doni Monardo agar tidak terburu-buru membuka pariwisata.

"Sampai tadi pagi saya berbicara dengan beliau," tuturnya di hadapan pimpinan, ketua fraksi dan komisi yang hadir serta anggota dewan yang mengikuti rapat paripurna melalui virtual.

Mengaku Hanya sebagai Tukang Tempel, Indra Dituntut 14 Tahun Penjara karena Miliki 102,52 Gram Sabu 

Ketergantungan Bali pada Sektor Pariwisata Tinggi, Koster Ajak Serius Bangun Industri dan Pertanian

Mulai Hari Ini, Negara Eropa Kembali Buka Perbatasan, Jerman Waspada Potensi Gelombang Kedua

Pembukaan pariwisata nantinya, kata Koster, harus dilakukan sangat hati-hati dan harus dipastikan seperti apa dinamika Covid-19 di Provinsi Bali.

"Saya tidak dalam posisi untuk mengikuti keluhan sejumlah pelaku pariwisata yang ingin cepat-cepat buka," jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini.

Pihaknya meminta kepada pelaku pariwisata untuk berhati-hati, terlebih hal tersebut sudah diingatkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Di sisi lain, negara-negara lain belum memperbolehkan warganya untuk keluar berkunjung ke negara lain.

"Singapura saja itu bulan Desember dia tidak menerima warga negara lain dan warga negaranya dilarang keluar. Jadi saya kira hampir semua negara memberlakukan hal yang sama," jelasnya.

Keluhan Lonjakan Tagihan Listik, PLN Sebut Penghitungan Rata-rata 3 bulan dan Standar Internasional

Harga Produk Pertanian Murah Saat Musim Panen, Koster Akan Genjot Pemasaran Hingga ke Luar Negeri

Permudah Aksesibilitas Energi, Pertamina Hadirkan 7 Titik Baru Pertashop di Jawa Timur dan Bali

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved