Corona di Bali
Penularan Covid-19 Rentan Terjadi di Pasar, Dewan Denpasar Usul Pedagang Buka Bergiliran
Akibat kasus ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra mengusulkan agar pedagang di pasar buka bergiliran
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus positif Covid-19 di Denpasar kini telah terjadi di pasar rakyat.
Pedagang di tiga pasar diketahui positif Covid-19 yakni di Pasar Kumbasari, Pasar Gunung Agung, dan Pasar Badung.
Akibat kasus ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra mengusulkan agar pedagang di pasar buka bergiliran.
Ini dikarenakan potensi penularan Covid-19 sangat rentan terjadi di pasar.
• Persiapan New Normal, Komisi II DPRD Gianyar Rekomendasikan 2 Objek Wisata Ini Dibuka Lebih Dulu
• Pesawat Tempur TNI AU Jatuh di Riau Senin (15/6) Pagi, Berikut 5 Faktanya
• Gede Gunawan AP Dilantik Menjadi Kepala Bappeda Buleleng
Terlebih, hasil swab test terhadap pedagang Pasar Kumbasari Pelataran, ditemukan puluhan yang positif.
"Ini artinya, potensi penularan di pasar cukup tinggi. Kerumunan yang cukup banyak sangat berpotensi untuk menyebarkan Covid-19. Karena itu, perlu ada pembatasan agar tidak terjadi kerumanan," katanya.
Pembatasan ini bisa dilakukan dengan memberikan pedagang untuk berjualan secara bergilir.
"Misalnya, Senin pedagang A, kemudian Selasa pedagang B dan seterusnya. Dengan pola ini, masing-masing pelanggannya akan mengetahui pula. Jadi tidak semua pedagang datang pada hari yang sama,” katanya anggota dewan dari Fraksi Demokrat ini.
Selian itu, pihaknya juga meminta seluruh pedagang pasar tradisional agar di-rapid test.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi kasus penyebaran Covid-19 di pasar tradisional semakin meluas.
"Pemerintah harus bisa menggelar rapid test secara keseluruhan. Harusnya dengan kasus seperti ini pemerintah cepat melakukan rapid test. Kalau swab sih karena mahal bolehlah belakangan, tetapi ini untuk deteksi awal. Kalau yang non reaktif tidak masalah, tetapi jika ada yang reaktif ini supaya bisa langsung ditangani karena pasar saat ini merupakan tempat paling beresiko," katanya.
Terkait usulan, Direktur Utama Perumda Pasar Sewaka Dharma Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengakui pihaknya sudah menerapkan sif untuk pedagang di Pasar Kumbasari Pelataran.
Hanya, karena pengunjung yang terlalu banyak, sangat sulit untuk melakukan jaga jarak.
"Tetapi sambil jalan kita akan tetap evaluasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19," katanya.
• Satu SMK di Karangasem Bali Ini Tak Rekrut Peserta Didik Baru, Begini Sebabnya
• Markas Hijrah ke Yogyakarta, Begini Respon Persiraja Banda Aceh
• 6 Cara Menghasilkan Uang Tambahan dari Rumah, Manfaatkan Kemampuan dan Hobi yang Anda Miliki
Selain itu, Kompyang mengatakan tes rapid maupun swab akan terus dilaksanakan di pasar yang pedagangnya ada dinyatakan positif Covid-19.
Hal ini dilakukan agar pedagang tersebut mendapat kepercayaan masyarakat dan masyarakat merasa aman saat berbelanja ke pasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-pedagang-pelataran-pasar-kumbasari-dipindah-ke-pasar-badung.jpg)