Otban Wilayah IV Terima Laporan Layang-layang Putus dan Jatuh di Area Bandara Ngurah Rai

Otoritas Bandara menerima empat laporan adanya keberadaan layang-layang putus dan jatuh di kawasan bandara

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana di Bundaran Taman Ngurah Rai yang masuk KKOP Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (19/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Memasuki musim kemarau seperti sekarang, banyak masyarakat yang bermain layang-layang.

Namun akan sangat berbahaya jika bermain layang-layang di Kawasan Keselamatan Penerbangan (KKOP) Bandara Ngurah Rai Bali.

Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan adalah wilayah daratan dan/atau perairan dan ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan.

Pada KKOP tidak dibenarkan adanya bangunan atau benda tumbuh, baik yang tetap (fixed) maupun dapat berpindah (mobile), yang lebih tinggi dari batas ketinggian yang diperkenankan sesuai dengan Aerodrome Reference Code (Kode Referensi Landas Pacu) dan Runway Classification (Klasifikasi Landas Pacu) dari suatu bandar udara.

Kawasan aerodrome telah diatur sebagai kawasan yang steril dari benda asing seperti layang-layang, dikarenakan tingginya standar keselamatan yang dipersyaratkan dalam operasional penerbangan. 

“Keamanan dan keselamatan penerbangan bukan semata-mata hanya tugas dari pengelola bandar udara, tetapi juga terdapat peran serta masyarakat luas,” ungkap Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Elfi Amir, Jumat (19/6/2020) kepada tribunbali.com.

Ia menambahkan, KKOP Bandara Ngurah Rai Bali kurang lebih hingga ke Kawasan Pelabuhan Benoa Bali dan perairannya memutar rata radius 15 kilometer.

Pemerintah, Otoritas Bandara dan stakeholder komunitas bandar udara telah sering mengimbau dan memberikan sosialisasi mengenai bahaya menerbangkan layang-layang, drone, balon udara serta laser bagi keselamatan penerbangan.

“Tercatat pada akhir bulan Mei kemarin, dan awal bulan Juni, kami menerima empat laporan adanya keberadaan layang-layang putus dan jatuh di kawasan bandara, khususnya di area Daerah Keamanan Terbatas (DKT) bandar udara dua laporan, satu laporan layang-layang jatuh di Apron Timur dan satu laporan layangan jatuh di Apron Timur,” ungkap Elfi Amir.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved