Corona di Bali

Pemprov Bali Klarifikasi Soal Biaya Rapid Test Rp 1,3 M, Kadiskes: Itu Biaya Keseluruhan Per Harinya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengatakan biaya rapid test di pelabuhan

Dok istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya. 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengatakan biaya rapid test di pelabuhan menghabiskan dana Rp 1,3 miliar per hari.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengaku, jumlah Rp 1,3 Miliar yang disampaikan Gubernur Koster tersebut merupakan jumlah kumulatif dari biaya rapid test yang dilakukan, baik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Padangbai serta di beberapa wilayah akibat terjadinya transmisi lokal.

Selain itu, biaya tersebut juga termasuk pelaksanaan swab test dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilaksanakan setiap dua hari sekali bagi pasien Covid-19 yang sedang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan dan tempat karantina yang disiapkan Pemprov Bali.

"Jadi Pemprov Bali mengeluarkan anggaran milliaran rupiah setiap harinya bukan hanya untuk biaya rapid test di Pelabuhan Gilimanuk saja, akan tetapi penanganan Covid-19 secara menyeluruh," kata Suarjaya dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Sabtu (20/6/2020) malam.

Dirinya juga menegaskan, bahwa memang di Pelabuhan Gilimanuk frekuensinya sangat tinggi, antara 1.000 sampai 2.000 orang per harus di-rapid test, khususnya untuk awak kendaraan logistik yang menuju Bali.

Belum lagi, lanjut Suarjaya, petugas secara rutin melaksanakan test di tempat atau desa yang menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

"Ambil contoh di Desa Abuan, Bangli atau Bondalem, Buleleng, kita laksanakan rapid test massal, bahkan berlanjut swab berbasis PCR," jelasnya.

Ditambahkannya, saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Bali menghabiskan rapid test berkisar 3000 sampai 4000 ribu test dalam sehari, baik di pelabuhan, untuk tracing kontak dan keperluan surveilans lainnya.

Adapun besaran biaya rapid test di fasilitas kesehatan (faskes) swasta saat ini berkisar Rp 400 hingga Rp 500 ribu untuk sekali rapid test.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved