Desa di Buleleng Diprediksi Tak Mampu Salurkan BLT Dana Desa Gelombang Kedua

Untuk Bulan Juni, yang sudah menyalurkan BLT Dana Desa baru 29 desa, dengan total anggaran Rp 2,66 miliar.

tribun bali/ ratu ayu desiani
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Made Subur 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kemendes, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa gelombang 2, untuk Bulan Juli, Agustus dan September.

Besarannya, Rp 300 ribu untuk satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Namun di Buleleng, diprediksi ada beberapa desa yang tidak mampu untuk membayar BLT gelombang kedua.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Made Subur menyebut, aliran dana desa saat ini sudah difokuskan untuk pencegahan Covid- 19 sebesar 40 persen, program padat karya tunai (PKT) 30 persen, dan untuk BLT gelombang pertama sebesar 30 persen.

Sehingga apabila saat ini pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan baru untuk memperpanjang pemberian BLT gelombang kedua, banyak desa di Buleleng yang dipastikan tidak dapat menjalankan kebijakan tersebut.

Subur sudah menyampaikan kendala tersebut melalui surat yang dikirim ke Perwakilan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali.

"Kalau misalnya penanganan pencegahan Covid- 19 yang dikurangi, akan lebih berbahaya karena penularan virus pasti jadi tinggi. Sementara untuk PKT, beberapa desa sudah menjalankan program itu. Pemberian BLT gelombang pertama juga sudah dilakukan dengan pola maksimal. Makanya kami sudah bersurat ke BPKP Bali, karena beberapa desa ada yang tidak mampu untuk memberikan BLT gelombang kedua tersebut," kata Subur, Senin (22/6/2020).

Selain itu, Subur juga menyebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti regulasi pemberian BLT Dana Desa gelombang kedua ini.

Apakah akan diberikan kepada KPM yang sudah menerima BLT gelombang pertama, atau untuk KPM lain yang belum tersentuh bantuan.

"Terkait siapa yang menerima BLT Dana Desa gelombang kedua ini juga sedang kami tanyakan ke BPKP agar kami tidak salah dalam memberikan bantuan," ucapnya.

Subur menjelaskan, pencairan BLT Dana Desa untuk gelombang pertama, khususnya April dan Mei sudah disalurkan kepada 20.018 KPM, dengan total dana Rp 12 miliar lebih.

Sementara untuk Juni, yang sudah menyalurkan BLT Dana Desa baru 29 desa, dengan total anggaran Rp 2,66 miliar.

Sementara 100 desa lainnya masih menunggu jadwal, dan ditargetkan akan dicairkan pada minggu ini.

Seperti diketahui, BLT Dana Desa pada gelombang pertama ini diberikan kepada KPM sebesar Rp 600 ribu per bulan. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved