Dipicu Masalah Makan, Seorang Suami di Tabanan Lakukan KDRT kepada Istrinya

MH (38) diamankan jajaran Polsek Baturiti karena melakukan KDRT pada sang istri

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi kekerasan fisik yang dilakukan seorang pria pada wanita. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - MH (38) diamankan jajaran Polsek Baturiti dan terancam kurungan penjara minimal 5 tahun.

Pasalnya, ia telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya, SU (41), di rumah asal istrinya, Banjar Candikuning II, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali, Kamis (18/6/2020) sore lalu.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut dipicu hal sepele.

Saat kejadian, sekitar pukul 15.00 Wita, pelaku MH baru saja pulang ke rumah (TKP) dalam keadaan perut lapar dan ingin makan, hanya saja istrinya (korban) belum memasak.

Melihat istrinya belum memasak, MH langsung keluar rumah untuk mencari dagangan dan kembali lagi ke rumah 30 menit kemudian.

Sesampainya di rumah, istrinya kebetulan sudah memasak telor dadar, hanya saja ketika istrinya menawarkan makanan tersebut MH justru mengeluarkan nada tinggi dengan kalimat "jika masak telor dadar aja itu tidak masak namanya".

Kalimat tersebut diucapkan karena tersangka ingin istrinya (korban) memasak sayuran.

Mendengar perkataan suaminya tersebut, korban tersinggung karena merasa tak dihargai.

Keduanya pun kemudian terlibat pertengkaran alias adu mulut, tersangka juga memaki istri.

Tersangka semakin emosi dan mengambil sapu lidi yang dipukulkan ke bagian punggung istrinya.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved