Habiskan Triliunan, Kapal Penghancur Canggih AL Inggris Ini Tak Pernah Melaut, Ini Sebabnya
Angkatan Laut (AL) Kerajaan Inggris benar-benar dipusingkan dengan salah satu aset kapal perang yang dimilikinya yakni kapal perang kelas penghancur
TRIBUN-BALI.COM, LONDON - Angkatan Laut (AL) Kerajaan Inggris benar-benar dipusingkan dengan salah satu aset kapal perang yang dimilikinya yakni kapal perang kelas penghancur tipe 45 atau Darring Class.
Diproyeksikan sebagai kapal perang terbaik AL Inggris, namun nyatanya kapal perang tipe 45 ini kesehariannya nganggur di pelabuhan Portsmouth.
HMS Dauntless disebutkan sudah 4 tahun lamanya menganggur karena disebabkan persoalan mesin dan kekurangan awak.
HMS Dauntless, kapal induk seharga 1 miliar poundsterling (Rp 17,5 triliun) terikat di tambatannya sejak 2016.
Total, kapal induk canggih ini baru menghabiskan 6 hari di laut.
• Akuisisi 2 Fregat Iver Huidfeldt, Pakar Pertahanan: Indonesia Tak Cukup Kuat Imbangi China di Natuna
• AS Tebar 3 Kapal Induk di Laut China Selatan, Moeldoko Sebut Posisi Indonesia Netral & Menguntungkan
• Laut China Selatan Bergejolak, TNI AL Kerahkan Kapal Perang Jenis Fregat dan Korvet ke Natuna
Dilansir dari Mirror Sabtu (20/6/2020), sekarang kapal ini sedang diperbaiki mesin utamanya, yang akan membuatnya harus absen melaut lagi selama 1 tahun.
Dauntless adalah salah satu dari enam kapal perang Inggris Tipe 45, yang juga dikenal sebagai kapal penghancur "kelas D", yang dimaksudkan menjadi ujung tombak AL Inggris di era modern.
Namun Kementerian Pertahanan Inggris mengungkapkan, kapal itu menghabiskan hari-harinya dengan menjalani perawatan di Pelabuhan Portsmouth, ketimbang menjalankan tugas negara.
Kapal seberat 8.000 ton itu diliputi masalah teknis, terutama yang terkait dengan mesin diesel-nya.
Akibatnya, kapal gagah itu terombang-ambing di laut tanpa daya.
Namun para pihak berwenang yang dikutip Mirror mengatakan, Dauntless yang dipakai sebagai kapal pelatihan, akan ditingkatkan kapasitas mesinnya dan siap beraksi lagi pada 2021.
Saudaranya yakni kapal HMS Daring dalam 2 tahun terakhir juga diikat di dermaga, sedangkan kapal induk lainnya yakni HMS Diamond hanya melaut 15 hari selama 2019.
Lalu HMS Defender berlabuh sejak 2017 dan tidak beroperasi lagi, begitu juga dengan HMS Dragon dan HMS Duncan.
Hal lain yang mengkhawatirkan adalah, keenam kapal yang diluncurkan antara 2006-2010 itu, total perjalanannya hanya 649 hari berdasarkan data pada 2019.
Sebaliknya pada 2012, mereka melaut dua kali lebih banyak yakni 1.122 di laut lepas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kapal-penghancur-al-inggris-tipe-45.jpg)