PDAM Denpasar Berikan Diskon 50 Persen untuk Pemasangan Sambungan Rumah Tangga Baru, Mulai 1 Juli

Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar atau PDAM Kota Denpasar memberikan diskon hingga 50 persen dari total standar pemasangan biasa

Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi instalasi PDAM Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Perumda Tirta Sewakadarma Kota Denpasar atau PDAM Kota Denpasar memberikan diskon hingga 50 persen dari total standar pemasangan biasa bagi pemasangan baru untuk calon pelanggan di Denpasar, Bali.

Diskon tersebut dimulai dari 1 Juli hingga Oktober 2020.

Pemberian diskon ini diberikan kepada warga Denpasar yang belum menggunakan air PDAM.

Hal ini juga sekaligus untuk mengurangi penggunaan air bawah tanah (ABT).

Ratusan Pedagang Pasar Kumbasari Akan Dipindah ke Pasar Badung Pasca Adanya Kasus Covid-19

205 Pedagang Pasar Kumbasari Dipindah ke Pasar Badung, Paling Lambat Diselesaikan Kamis Ini

Kebakaran, Tiga Kamar Kos dan Satu Unit Sepeda Motor di Dalung Hangus Terbakar

Dikonfirmasi Direktur Umum Perumda Tirta Sewakadarma, Ni Luh Sri Utami, Selasa (23/6/2020) mengatakan, diskon ini diberikan khusus kepada warga yang melakukan pemasangan sambungan rumah tangga baru dan pasang kembali sambungan rumah tangga.

“Apabila pembayaran sambungan rumah tangga yang baru sebesar Rp 1,7 juta maka pelanggan membayar sekitar Rp 750.000. Pemberian diskon setiap tahun ini tidak berpengaruh dengan masa pandemi Covid-19," katanya.

Pemberian diskon tersebut tetap berlanjut untuk menarik minat warga untuk kembali menggunakan air Perumda.

Sebab, selama ini warga kebanyakan masih menggunakan air bawah tanah (ABT) yang digunakan sehari-hari dalam rumah tangga.

Menurutnya, penggunaan ABT cenderung akan membuat struktur tanah terus menurun.

Apalagi, kondisi tanah di Denpasar datar dan cukup labil.

Ditambah, penggunaan air bawah tanah juga tidak baik untuk kesehatan.

"Airnya juga tidak bagus untuk mencuci karena bisa merubah warna kekuningan," imbuhnya.

Sampai saat ini, pelanggan PDAM di Denpasar sebanyak 45 persen dari jumlah penduduk Kota Denpasar sekitar 900.000 jiwa lebih.

Oleh sebab itu, masih banyak warga yang masih menggunakan sumur bor tanpa menghiraukan efek sampingnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved