Corona di Bali

Takut Hasil Rapid Test Reaktif, 250 Pedagang Pasar Galiran Tidak Datang Rapid Test

Takut Hasil Rapid Test Reaktif, 250 Pedagang Pasar Galiran Tidak Datang Rapid Test

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Rapid test terhadap pedagang tetap di Pasar Galiran, Klungkung, Senin (22/6/2020). 

SEMARAPURA,TRIBUNBALI- Dinas Kesehatan Klungkung kembali menggelar rapid test terhadap ratusan pedagang tetap di Pasar Galiran Klungkung, Selasa (22/6). Hanya saja, ternyata tidak semua pedagang tetap di Pasar Galiran mau mengikuti rapid test gratis tersebut. Mereka khawatir hasil testnya reaktif, dan distigma tertular covid-19 oleh lingkungannya.

Seperti yang diungkapkan seorang pedagang, I Nengah Wenten asal Desa Tangkas. Ia mengungkapkan, tidak sedikit rekannya yang sesama pedagang tetap di Pasar Galiran enggan untuk ikut rapid test.

" Saya sudah katakan tidak apa-apa rapid test, mumpung tidak bayar. Tapi mereka enggan juga untuk datang," jelasnya.

Menurutnya, rata-rata mereka mengatakan takut jika hasilnya reaktif saat rapid test. Apalagi banyak rumor yang mengatakan rapid itu tidak akurat.

" Banyak yang bilang sakit pilek biasa saja, hasilnya reaktif. Kadang sehat bisa reaktif. Masyarakat kan jadi takut ikut rapid test, karena tidak akurat," ungkapnya.

Stigma negatif terhadap para warga yang reaktif rapid test ini, juga membuat warga lebih memilih untuk tidak datang. Mereka lebih takut dengan dampak sosialnya bila diketahui hasilnya reaktif saat rapid test.

" Jika hasilnya reaktif, pedagang itu takut tidak diizinkan jualan, dan dijauhi orang. Padahal belum tentu tertular corona. Makanya masyarakat itu memilih untuk tidak datang rapid test," jelasnya.

Sementara Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, pada hari ke dua, Selasa (23/6) ada 659 pedagang yang dijadwalakan rapid test. Hanya saja pedagang yang datang untuk rapid test hanya 409 orang. Sehingga ada 250 pedagang lainnya tidak datang untuk rapid test.

" Daru jumlah 409 pedagang yang rapid test itu, yang hasilnya reaktif 30 orang. Mereka langsung swab," jelasnya.

Jika ditambah dengan rapid test masal Senin (22/6), ada total 102 orang pedagang di Pasar Galiran yang reaktif.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved