Upayakan UMKM Dapat Bansos, Menkop dan UKM Teten Sebut Anggaran Bantu UMKM Rp 123 Triliun Lebih

Saya berharap usulan tersebut dapat disetujui Kementerian Keuangan, sehingga nantinya akan semakin banyak lagi pelaku UMKM yang mendapatkan bansos

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ilustrasi - Pelaku UMKM pembuatan kain endek di Klungkung, Bali, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) Teten Masduki menerangkan anggaran untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menghadapi Covid-19 lebih dari Rp 123 triliun.

Anggaran tersebut termasuk Rp 35 triliun untuk subsidi bunga, Rp 78 triliun untuk penempatan dana restrukturisasi, serta Rp 1 triliun untuk pembiayaan investasi koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM.

Badung Komit Bangkitkan UMKM di Bidang Pertanian & Perikanan, Giri Prasta Apresiasi Crew Jimbaran

Alokasi anggaran untuk membantu UMKM dan juga koperasi ini diharapkan bisa membantu cash flow pelaku usaha, termasuk likuiditas koperasi yang mengalami persoalan, lantaran anggotanya tidak bisa memenuhi kewajiban akibat usahanya terdampak wabah corona.

Tak hanya itu, selain program restrukturisasi, Teten mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengupayakan agar pelaku UMKM bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos).

"Saya berharap usulan tersebut dapat disetujui Kementerian Keuangan, sehingga nantinya akan semakin banyak lagi pelaku UMKM yang mendapatkan bansos," tutur Teten dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id pada Selasa (23/06/2020).

UMKM di Badung Dapat Modal Rp 2 Juta Jelang New Normal

Khusus untuk program KUR, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 190 trilun.

Melalui KUR ini pelaku UMKM bisa mendapatkan bunga yang sangat rendah, yaitu sebesar 6% dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta.

Namun disayangkan Teten, anggaran KUR hingga saat ini masih kecil penyerapannya.

Tercatat dana sisa yang belum diserap pelaku usaha sekitar Rp 129 triliun.

Salah satu penyebab pelaku usaha sulit mengakses KUR karena adanya ketentuan harus menggunakan agunan, padahal jumlah pinjaman hanya Rp 50 juta.

Tiga Bulan, Gojek Bantu 100 Ribu UMKM Berkembang secara Online di Masa Pandemi

"Sementara untuk pelaku usaha mikro banyak yang tidak memiliki agunan yang bisa dijadikan untuk memenuhi persyaratannya," ungkap Teten.

Teten berharap dengan adanya kelonggaran dan juga sudah efektifnya aktifitas usaha di sektor ekonomi, pelaku UMKM tetap bisa memenuhi standar protokoler kesehatan.

Pasalnya, ancaman wabah Corona masih begitu tinggi, sehingga sangat rentan terjadi penularan ketika pelaku UMKM tidak memperhatikan standar kesehatan. (*)

Pendaftar Penerima Stimulus UMKM di Tabanan Capai 10 Ribu, Sementara Jatah yang Diberikan 4.600

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul, Selain restrukturisasi, Kemenkop dan UKM upayakan UMKM dapat bansos, https://nasional.kontan.co.id/news/selain-restrukturisasi-kemenkop-dan-ukm-upayakan-umkm-dapat-bansos?page=all

Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved