Corona di Bali

Eks Pelabuhan Buleleng Diusulkan Jadi Pasar Sementara Selama Pandemi Covid-19

Eks Pelabuhan Buleleng dan Terminal Kampung Tinggi diusulkan menjadi tempat jualan sebagian pedagang di Pasar Anyar dan Pasar Tumpah Banyuasri

Dok Buleleng
Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna serta Dandim 1609 Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Listrianto, saat melakukan kunjungan ke PD Pasar Buleleng, Rabu (23/6/2020). Kedua pejabat ini mengusulkan agar sebagian pedagang di Pasar Anyar dan Pasar Tumpah Banyuasri diurai ke Eks Pelabuhan Buleleng dan Terminal Kampung Tinggi. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Untuk menghindari terjadinya penyebaran virus Corona atau Covid-19 di pasar, eks Pelabuhan Buleleng dan Terminal Kampung Tinggi diusulkan menjadi tempat sebagian pedagang di Pasar Anyar dan Pasar Tumpah Banyuasri untuk berjualan.

Usulan tersebut muncul dari Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna serta Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Listrianto, saat mengadakan kunjungan ke PD Pasar Buleleng, Rabu (23/6/2020).

Supriatna menyebut, saat ini kondisi Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri tergolong sangat padat dan krodit.

Ia khawatir dua pasar yang ada di kawasan Kota Singaraja itu menjadi klaster penyebaran virus Corona.

Untuk itu, ia berharap PD Pasar segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Buleleng untuk mengurai pedagang yang ada di dua pasar tersebut, ke wilayah eks Pelabuhan Buleleng serta Terminal Kampung Tinggi untuk sementara waktu.

“Eks Pelabuhan Buleleng dan Terminal Kampung Tinggi selama ini kan cukup sepi, jadi sebagian pedagang yang ada di Pasar Anyar dan Banyuasri bisa dipindah ke sana, sehingga penumpukan pembeli juga bisa sedikit dikurangi. Ini untuk keselamatan masyarakat juga,” katanya.

Sementara Dirut PD Pasar Buleleng, Made Agus Yudiarsana mengatakan, usulan Ketua DPRD beserta Dandim 1609 Buleleng itu akan segera disampaikan ke Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnayana.

Namun ia menegaskan, lahan di eks Pelabuhan Buleleng dan Terminal Kampung Tinggi bukan menjadi aset milik PD Pasar, melainkan milik Pemkab Buleleng.

Sehingga Bupati Buleleng lah yang berhak menjawab usulan tersebut.

Sembari menunggu jawaban dari bupati, Yudiarsana mengaku akan segera menertibkan pedagang-pedagang musiman yang tidak tergistrasi di PD Pasar, bersama TNI/Polri dan Satpol PP.

Dimana jumlah pedagang yang tidak teregistrasi itu mencapai 300an orang.

“Pedagang musiman ini kan berjualan saat musim-musim tertentu, dan kebanyakan mereka tidak teregistrasi sehingga tidak mempunyai lapak, jadi mereka jualan di pinggir jalan atau di trotoar. Ini akan coba kami carikan tempat di Pasar Anyar lantai dua. Karena kalau ditindak tegas, takutnya ada gejolak juga,” ungkapnya.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved