Corona di Bali

Pendapatan PDAM Gianyar Menurun Rp 500-700 Juta Per Bulan Selama Pandemi Covid-19

Selama masa pandemi Covid-19, pendapatan PDAM Gianyar mengalami penurun sekitar Rp 500 juta sampai Rp 700 juta per bulan

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Foto ilustrasi penurunan pendapatan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Selama masa pandemi Covid-19, pendapatan PDAM Gianyar mengalami penurun sekitar Rp 500 juta sampai Rp 700 juta per bulan.

Kondisi tersebut terjadi disebabkan lantaran menurunnya penggunaan air rumah tangga dan akomodasi pariwisata, seperti hote, vila, dan restoran.

Dirut Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar (PDAM Gianyar), Made Sastra Kencana, Rabu (24/6/2020) mengatakan, meskipun adanya protokol agar masyarakat rajin mencuci tangan dan mandi.

Tidak menyebabkan pendapatan air PDAM Gianyar mengalami penambahan, bahkan sebaliknya, yakni penurunan pendapatan dari Rp 500 juta sampai Rp 700 juta per bulan sejak April sampai saat ini.

Update Covid-19: Pasien Sembuh di Bali Sudah 57,26 Persen, Ini Rinciannya

BREAKING NEWS-11 Warga Positif Covid-19, Banjar Abasan Padangsambian Klod Lakukan Rapid Test Massal

Wawancara Khusus Novel Baswedan, Hanya Koruptor yang Membenci Perilaku Saya

“Di hari normal, pendapatan kita Rp 7,6 miliar per bulan. Selama masa pandemi mengalami penurunan Rp 500-700 juta sejak kuarta pertama,” ujar Sastra.

Apakah penurunan pendapatan ini ada kaitannya dengan program penghapusan sanksi denda untuk keterlambatan pembayaran, yang berlangsug dari April sampai Juni?

Terkait hal ini, Sastra mengatakan, bukan karena itu.

Tetapi, kata dia, masyarakat saat ini memang mengirit air.

Bahkan sejumlah akomodasi pariwisata tidak menggunakan air karena tidak beroperasi.

Jikapun memakai, hal itupun hanya sedikit.

“Penyebabnya karena konsumsi air turun karena pelanggan hemat air, niaga juga turun pemakaiannya, dan hotel-hotel juga tidak pakai air,” ujarnya.

Meski demikian, Sastra mengatakan, kondisi penurunan pendapatan tersebut tidak berpengaruh signifikan.

Sebab hingga saat ini, biaya operasional lebih kecil dari pendapatan.

“Penurunan ini jangan diartikan rugi. Karena rugi itu jika biaya yang dikeluarkan lebih besar dari pendapatan. Dalam anggaran saat ini, biaya yang dikeluarkan masih dibawah atau lebih keci dari pendapatan,” tandasnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved