Corona di Bali

Tren Bersepeda di Bali Saat Pandemi Covid-19

Tren bersepeda semakin banyak ditemui di ruas jalan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pesepeda melintas di kawasan Jalan Pantai Kuta, Badung, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tren bersepeda semakin banyak ditemui di ruas jalan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, menjelang new normal atau tatanan baru.

Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga dan transportasi paling diminati sejak pandemi Covid-19 mewabah tak hanya di Bali namun juga di beberapa daerah di Indonesia bahkan seluruh dunia.

Seperti halnya pantauan Tribun Bali di Jalan Pantai Kuta dan Jalan Legian, Badung, Bali, yang menjadi pusat hiburan malam.

Tampak muda-mudi beristirahat sejenak di pinggir trotoar sesekali meneguk air mineral yang mereka bawa.

Tak lupa meraka berswafoto dengan latar monumen Ground Zero.

Sejumlah pesepeda beristirahat sejenak di Depan Monumen Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, Rabu (24/6/2020).
Sejumlah pesepeda beristirahat sejenak di Depan Monumen Ground Zero, Jalan Legian, Kuta, Badung, Bali, Rabu (24/6/2020). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Setelah rehat, mereka kembali menyusuri jalan-jalan kota beriringan.

Yoga Pratama, salah satu pesepeda mengatakan di rumah saja membuat dia jenuh ingin keluar menghirup udara segar dan berinteraksi dengan kolega.

"Kalau di rumah saja jenuh, aktivitasnya cuma nonton film, main HP, bersihin rumah itu pun kadang-kadang," katanya sembari tertawa.

Dia bersama koleganya membuat janji di satu tempat yang dijadikan titik kumpul, setelah itu mereka berangkat gowes bersama-sama menyusuri jalan-jalan kota.

Sejumlah pesepeda melintas di kawasan Jalan Pantai Kuta, Badung, Rabu (24/6/2020).
Sejumlah pesepeda melintas di kawasan Jalan Pantai Kuta, Badung, Rabu (24/6/2020). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

"Kami bikin janji sama teman-teman, titik kumpul misalnya di Bundaran Teuku Umar. Kalau sudah kumpul kami langsung bareng-bareng gowes ke Legian dan Kuta," ungkapnya.

Dia mengaku sejak pandemi Covid-19 jadi sering bersepeda seminggu hampir 3-4 kali.

"Karena pandemi ini malah rajin bersepeda, kalau dulu waktu libur kerja aja kan. Sekarang dirumahkan, ya mau gak mau pengen cari kegiatan lain, salah satunya bersepeda," Imbuhnya

Dia berharap seandainya pandemi Cpvid-19 ini usai, tren bersepeda masih tetap ada, bahkan akan terus berkembang dan banyak peminatnnya.

"Selain dapat mengurangi polusi di jalanan, bersepeda menjadi salah satu cara melepas penat atau obat gabut. Bahkan gowes ini bisa menjadi alat angkut utama kehidupan di era tatanan baru karena dapat mencegah kerumunan di area tunggu dan dalam transportasi umum," Jelasnya.

(*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved