Tips Sehat untuk Anda

Kenapa Serangan Jantung Sering Menyerang Pria Berusia di Bawah 40 Tahun?

Kenapa serangan jantung sering menyerang pria berusia di bawah 40 tahun?

Editor: Irma Budiarti
Kompas.com
Ilustrasi nyeri dada, serangan jantung. 

Sebuah survei yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention menemukan, pria berusia 20 - 39 tahun memiliki kemungkinan 82 persen untuk mengonsumsi makanan cepat saji daripada pria berusia 60 tahun ke atas.

Artinya, mereka mendapat lebih banyak kalori tanpa banyak nutrisi di dalamnya.

Perlambatan generasi dalam aktivitas fisik, termasuk karena lebih banyak waktu di depan layar dan di belakang kemudi, juga mempertahankan berat badan dan mengeraskan arteri.

Bobot yang terus bertambah sangat menyulitkan jantung kita, dan membuat seluruh bagian tubuh bekerja lebih keras.

Lemak di sekitar tubuh sebenarnya bisa melepaskan bahan kimia yang menyebabkan peradangan, memicu penumpukan di pembuluh darah, masuk ke pembuluh arteri lebih jauh dan mengganggu aliran darah ke jantung kita. 

2. Kebiasaan merokok dan menghisap vape pada pria lebih muda

Tentu saja, sebagian besar pria yang berusia di atas 65 tahun sudah menghentikan kebiasaan merokok.

Namun, mayoritas pria di antara usia 25 - 44 tahun masih merokok, yang kemudian menyebabkan masalah pada kardiovaskular mereka.

Satu batang rokok sehari sudah dapat meningkatkan risiko pria terkena penyakit arteri koroner hingga hampir 50 persen, demikian menurut sebuah studi di British Medical Journal (BMJ).

Kemudian, orang-orang yang berpikir mereka dapat menghindari risiko itu dengan mencari alternatif seperti menghisap vape justru semakin membahayakan diri mereka.

Pengguna rokok elektrik mendorong risiko penyakit jantung mereka 40 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menghisap vape, dan risiko stroke meningkat hingga 71 persen.

3. Mengalami stres sejak muda

Sebuah survei yang dilakukan American Psychological Association menemukan, orang berusia 22 - 39 tahun adalah kelompok yang paling stres.

Stres dapat memperburuk peradangan pada arteri koroner, yang menyebabkan pembekuan darah.

Hal itu juga bisa memicu tekanan darah tinggi dan kebiasaan buruk, seperti mencari kenyamanan dengan makanan, minum berlebihan, dan meninggalkan olahraga.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved