Tips Sehat untul Anda
Mengenal Jamur Enoki Yang Diduga Penyebab Wabah Listeria, Ketahui Asal-usul Hingga Kandungannya
Baru-baru ini jamur enoki dikaitkan dengan munculnya wabah listeria. Ketahui asal-usulnya berikut
TRIBUN-BALI.COM - Terdapat beragam jenis jamur di dunia yang kerap menjadi bahan masakan, salah satunya jamur enoki yang juga dapat ditemukan di Indonesia.
Namun, baru-baru ini jamur enoki dikaitkan dengan munculnya wabah listeria.
Pada Maret 2020 Ministry of Food and Drug Safety Korea Selatan menemukan Listeria monocytogenes pada jamur enoki produksi dua perusahaan asal Negeri Ginseng itu.
Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menarik produksi jamur enoki dari dua perusahaan tersebut setelah melakukan penelitian dan ditemukan adanya Listeria monocytogenes, seperti melansir situs resmi CDC.
Melansir situs Specialtyproduce.com, jamur enoki dibudidayakan di Jepang, Korea, dan China.
Dijadikan bahan masakan dan obat tradisional.
Lantas bagaimana asal-usul jamur enoki?
1. Tumbuhan liar yang dibudidaya
Enoki adalah jamur berbentuk cenderung kecil, batangnya tebal dipenuhi banyak topi jamur.
Jamur enoki punya beragam sebutan, di antaranya enokitake, velvet foot, golden needle, lily mushroom, enoko-take, jingu (di China), nam kim cham (Vietnam), dan paengi beoseot (Korea).
Jamur enoki ada yang dibudidayakan maupun tumbuh di alam liar.
Enoki sudah tumbuh di alam liar sejak 800 SM, terutama di kawasan Asia Timur dan Amerika Utara.
Biasanya tumbuh berkelompok pada batang pohon, seperti pohon hackberry China, kesemek, dan mulberry.
Sementara itu, Jepang yang pertama kali membudidayakan jamur enoki yang kini menjadi populer di berbagai negara.
Jamur budidaya ini biasanya tumbuh di lingkungan gelap yang kaya akan karbon dioksida, supaya batangnya berbentuk panjang, tipis, dan putih.
2. Sebagai bahan masakan dan obat tradisional
Jamur enoki dipakai pada masakan Asia, seperti Jepang, Korea, dan China.
Enoki yang biasanya digunakan untuk bahan masakan adalah yang dibudidayakan, bukan yang tumbuh di alam liar.
Di China, jamur ini dipercaya mampu mengurangi gejala penyakit yang berhubungan dengan masalah usus, tekanan darah, dan hati.
Sementara itu di Jepang, jamur ini biasanya dibekukan layaknya es lalu digunakan untuk campuran teh, sup, dan kari.
Jamur enoki juga merupakan bahan utama nametake, kondimen yang biasa digunakan sebagai bumbu sup, pasta, masakan yang ditumis, dan nasi.
Dilansir dari Tribunnews, Lembaga Food and Drug Administration (FDA) melaporkan adanya jamur enoki yang terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.
Lembaga di bawah Pemerintahan Federal Amerika Serikat itu menjelaskan jamur enoki yang terkontaminasi berasal dari perusahaan makanan Sun Hong Foods.
Oleh karena itu, Sun Hong Foods telah menarik kembali semua produk jamur enoki yang memiliki berat 200g itu.
Dikutip dari website FDA, Listeria monocytogenes merupakan bakteri yang dapat mengancam jiwa.
Konsumen diperingatkan untuk tidak melakukannya walaupun tidak terlihat atau berbau busuk.
Listeria monocytogenes sendiri adalah suatu organisme yang dapat menyebabkan infeksi serius.
Efeknya terkadang fatal pada anak-anak, manula dan orang lain dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Meskipun individu yang sehat mungkin hanya menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, kekakuan, mual, sakit perut dan diare.
Infeksi Listeria monocytogenes juga disebut dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran mati di antara wanita hamil.
Sun Hong Foods menyadari masalah ini setelah pemberitahuan oleh FDA sampel produk yang diuji oleh Negara Bagian Michigan ditemukan positif untuk Listeria monocytogenes.
Lembaga kesehatan masyarakat nasional di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan ada 36 orang di Amerika Serikat yang terserang Listeria monocytogenes.
Ke-36 orang tersebut tersebar dari negara bagian Arizona, California, Florida, Indiana, Kentucky, dan hingga Maryland.
Dari angka di atas, 31 dirawat di rumah sakit, dan 4 lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Data lengkap dapat di lihat di sini.
CDC menduga produk jamur enoki dari Sun Hong Foods yang menjadi sumber wabah Listeria monocytogenes di Amerika Serikat.
Terkait hal ini, CDC juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi.
Seperti mencuci dan membersihkan semua permukaan wadah yang kemungkinan bersentuhan dengan jamur enoki yang di tarik kembali produknya.
Terakhir CDC menegaskan pada 9 Juni 2020, wabah Listeria monocytogenes tampaknya sudah berakhir.
Kandungan Jamur Enoki
Dokter chiropraktik Josh Axe, DC, DNM, CNS di dalam websitenya menjelaskan soal jamur enoki ini.
Axe menyebut jamur enoki memiliki banyak nama lain, seperti jamur jarum emas, jamur lily, jamur futu atau Flammulina velutipes.
Jamur enoki adalah jenis jamur yang umum dalam masakan Asia.
Ini berbeda dalam penampilan dari jamur yang dapat dimakan lainnya dan biasanya ditemukan dalam kelompok dengan tangkai putih panjang dan tutup kecil di ujungnya.
Axe mengatakan jamur enoki mudah untuk diolah mejadi berbagai macam masakan.
Selain itu, jamur enoki mengandung nutrisi penting dan memberikan manfaat sebagai antioksidan, serat, dan vitamin B
Dalam banyak bentuk pengobatan tradisional, jamur enoki juga secara historis digunakan mengobati masalah lambung, mengatur tingkat tekanan darah dan meningkatkan kesehatan hati.
Berikut kandungan dari jamur enoki dalam sajian satu cangkirnya.
Satu cangkir jamur enoki mengandung nutrisi berikut.
- 24 kalori
- 5 gram karbohidrat
- 1,7 gram protein
- 0,2 gram lemak
- 1,8 gram serat makanan
- 4,6 miligram niacin (29 persen DV)
- 0,15 miligram tiamin (12 persen DV)
- 0,1 miligram riboflavin (10 persen DV)
- 31 mikrogram folat (8 persen DV)
- 0,07 miligram vitamin B6 (4 persen DV)
(Kompas.com/Yuharrani Aisyah | Tribunnews.com/Endra Kurniawan)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa Itu Jamur Enoki? Dikaitkan sebagai Penyebab Listeria