Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Begini Penjelasan dan Alasan Menteri ESDM Arifin Tasrif

Kita memiliki komitmen untuk mengurangi emisi jangka panjang. Negara maju sudah menggunakan standar-standar baru untuk mengurangi emisi

Tribun Bali
Ilustrasi - SPBU di Kawasan Nusa Dua, Badung, Bali kehabisan premium. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite masih menuai perdebatan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun tak menampik adanya rencana penghapusan BBM yang memiliki Research Oktan Number (RON) di bawah 91 tersebut.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Arifin mengungkapkan, penghapusan Premium dan Pertalite menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon.

Oleh sebab itu, pemerintah akan mendorong penggunaan energi yang lebih bersih, termasuk BBM.

Arifin mengatakan, saat ini Indonesia menjadi salah satu dari enam negara yang masih menggunakan BBM sejenis Premium.

Padahal, negara-negara maju sudah meninggalkan pemakaian BBM jenis tersebut.

Sekadar diketahui, Premium merupakan BBM dengan RON 88, sedangkan Pertalite memiliki RON 90.

Tak Turunkan Harga BBM Meski Harga Minyak Dunia Tengah Anjlok, Begini Penjelasan Dirut Pertamina

"Kita memiliki komitmen untuk mengurangi emisi jangka panjang. Negara maju sudah menggunakan standar-standar baru untuk mengurangi emisi," ungkapnya dalam Raker bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (25/06/2020).

Sayangnya, Arifin belum membeberkan dengan detail kapan penghapusan Premium dan Pertalite ini mulai dijalankan.

"Ke depannya akan ada penggantian untuk menggunakan energi yang lebih bersih, yang dampaknya bisa meringankan beban lingkungan," sambungnya.

Halaman
12
Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved