Pelonggaran PSBB Akan Ciptakan Efek yang Baik bagi Industri Pariwisata, Bali Jadi Sasaran Utama

Nunung melanjutkan pihaknya juga melakukan kerjasama dengan DPD melakukan kegiatan dan promosi bertahap sesuai menyesuaikan dengan kebijakan

Pixabay
Ilustrasi. Wisatawan berlibur di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) optimistis pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan menciptakan efek yang baik bagi industri pariwisata setelah sebelumnya sempat terhenti akibat COVID-19.

Nunung Rosmiati, Ketua Umum ASITA menjelaskan pihaknya saat ini sedang menggalakkan kampanye bagi wisatawan domestik melalui empat program dengan harga harga khusus City Activition, Staycation, Road trip dan Epic dengan kerjasama Kemenparkraf melalui hastag #DiIndonesiaAja.

"Tak hanya itu, dilonggarkan pula aturan operasional maskapai, yang tadinya hanya boleh mengangkut 50% dari total kapasitas, tapi sekarang dilonggarkan load factornya jadi 70%, diharapkan bisa menumbuhkan pergerakan masyarakat sudah mulai bebas lagi ke luar daerah," ujar Nunung saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (25/6/2020) lalu.

Nunung melanjutkan pihaknya juga melakukan kerjasama dengan DPD melakukan kegiatan dan promosi bertahap sesuai menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah.

Baterai Tahan 9 Jam untuk Game,Ini Spesifikasi Duo Laptop Gaming Lenovo dan Harga Mulai Rp 13 Jutaan

Hasil Penelitian Ungkapkan Pola Tidur Tak Teratur Berpotensi Sebabkan Penyakit Jantung

Minimalisir Penyebaran Virus Corona, GoRide dan GoCar Uji Coba Penggunaan Sekat Pelindung

Pihaknya menjalankan, program seperti Wisata Local – staycation, City Activition Wisata Antar Kota/Area – dari kegiatan Wisata lokal + Roadtrip Outdoor activity Wisata antar Provinsi.

Dengan masa PSBB , dimana semua kegiatan ekonomi menurun drastis dan mengakibatkan sektor pariwisata yang paling besar menerima dampak, yang hampir 90 % industri pariwisata tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.

Maka selaku Pengusaha di bidang Pariwisata khususnya ASITA yang memiliki anggota diseluruh provinsi dengan sangat berharap dan sangat menyambut dengan mulainya dibukanya tempat tempat wisata.

Tentunya pembukaan tempat tempat wisata yang sudah aman dan atas persetujuan pemerintah daerah setempat dan yang sudah menyiapkan dan menjalankan Protokol Kesehatan yang ditetapkan oleh instansi terkait masing masing.

Pelanggoran PSBB memberikan efek yang cukup baik di industri Pariwisata.

Bersamaan dengan kembali beroperasinya perusahaan di bidang pariwisata, Perusahaan travel agent mulai membuka kembali bisnisnya rata-rata di bulan Juli 2020.

"Perusahaan menerapkan SOP nasional untuk tidak dulu mempekerjakan karyawan di atas 40 tahun ke atas dengan batas 50% yang mengantor. Apabila karyawan tersebut dibutuhkan kembali pasti akan direkrut kembali," lanjut Nunung.

Adapun Bali akan dipersiapkan kembali menjadi sasaran utama wisatawan sebab penyebaran COVID-19 sangat minim.

 Nunung berkata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengunjungi Bali untuk melihat kesiapan Pariwisata Bali dalam new normal, kemarin.

3 Zodiak Sering Jadi Mak Comblang: Aries Sangat Aktif Menjodohkan, Virgo Paling Tahu Tipe Sahabatnya

Tes Kepribadian: Pilih Pasangan Paling Bahagia & Ungkap Karakter Tersembunyi Saat Menjalin Hubungan

Kapasitas Penumpang Bus Dinaikkan Jadi 70 Persen Mulai 1 Juli 2020

"Mengapa Bali menjadi sasaran pertama, karena penyebaran Covid-19 sangat minim. Seperti yang disampaikan oleh Menparekraf bahwa akan ada 3 tahap pembukaan aktivitas destinasi Bali. Pentingnya kita membangun kepercayaan terhadap wisatawan," pungkas Nunung.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved