Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Buruh Tambang Mendadak Kaya Setelah Jual Dua Batu Tanzanite Seharga Rp 42 Miliar

Diketahui, buruh tambang Tanzania Saniniu Laizer temukan dua batu Tanzanite terbesar di tempat ia bekerja.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Tanzania Ministry of Minerals/Shutterstock/ via BangkaPos.com
Seorang buruh tambang kaya mendadak setelah menemukan batu Tanzanite. 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang buruh tambang mendadak jadi kaya raya dalam waktu semalam.

Sang buruh tambang mendadak kaya raya, pasca menjual dua batu Tanzanite sekitar Rp 42, 2 miliar.

Sosok buruh tambang jual dua batu Tanzanite besar Rp 42,2 miliar yakni bernama Saniniu Laizer.

Diketahui, buruh tambang Tanzania Saniniu Laizer temukan dua batu Tanzanite terbesar di tempat ia bekerja.

MKGR dan Soksi Bali Tolak Pembahasan & Pengesahan RUU HIP

Selama Dua Hari, BPBD Denpasar Tangani 7 Laka Lantas di Wilayah Kota Denpasar

Kisah Tukul Arwana yang Sukses Jadi Artis dengan Bayaran Termahal dan Juragan Kontrakan 200 Pintu

Alhasil, harga jual dua batu Tanzanite 2,4 juta Poundsterling atau sekitar Rp 42,2 miliar dari Kementerian Pertambangan setelah menjual dua Tanzanite kasar berbobot 9,27 kilogram dan 5,103 kilogram tersebut.

Lalu, seperti apa batu yang disebut Tanzanite itu?

Gemolog Hobart M. King, Ph.D., dalam laman geology.com menuliskan bahwa Tanzanite adalah nama dagang.

Nama dagang itu pertama kali digunakan Tiffany and Company untuk spesimen permata berkualitas mineral zoisite dengan warna biru.

Tiffany bisa saja menjualnya dengan nama Blue Zoisite, tetapi pada akhirnya memilih nama Tanzanite untuk menggugah minat pelanggan dan lebih mudah dipasarkan.

Nama Tanzanite diberikan karena satu-satunya deposit tanzanite dikenal di dunia yang memiliki kepentingan komersial adalah di Tanzania Utara.

Nama tersebut mencerminkan asal geografis yang terbatas dari permata itu.

Semua tambangnya terletak di area sekitar delapan mil persegi di Bukit Merelani, dekat pangkalan Gunung Kilimanjaro dan kota Arusha.

Meski hampir semua batu permata paling populer di dunia telah dikenal dan digunakan selama ratusan tahun, Tanzanite tidak ditemukan dalam jumlah komersial hingga tahun 1960-an.

Dalam waktu singkat Tanzanite telah menjadi permata biru paling populer kedua setelah Safir.

Update Harga HP Oppo Akhir Juni 2020: Seri A92 dan A1K Turun hingga Ratusan Ribu, Ini Spesifikasinya

7 Makanan Pereda Stres di Tengah Pandemi Covid-19

Daftar 10 Aktor Korea Tertampan, Hyun Bin Peringkat Pertama Geser Ji Chang Wook, Ada Idolamu?

Ini adalah salah satu dari sejumlah kecil permata dari berbagai warna yang telah ditemukan dan dibawa ke popularitas konsumen yang kuat di abad lalu.

Permata biru

Peningkatan popularitas yang cepat ini dicapai, terutama lewat promosi Tiffany dan karena warna biru indah Tanzanite.

Zoisit mineral secara alami muncul dalam berbagai warna, mulai dari tidak berwarna, abu-abu, kuning, coklat, merah muda, hijau, biru, dan ungu.

Nama Tanzanite pun digunakan untuk berbagai warna zoisit yang berkisar dari biru ke ungu kebiruan hingga ungu kebiruan.

Warna biru tanzanite disebabkan oleh sejumlah kecil vanadium dalam struktur mineral zoisit.

Ketika zoisit yang mengandung vanadium dipanaskan hingga suhu 600 derajat Celcius selama sekitar 30 menit, keadaan oksidasi vanadium berubah, dan perubahan itu menyebabkan warna biru.

Saat ini, hampir semua permata yang dijual sebagai Tanzanite memiliki warna biru yang telah sengaja diproduksi atau ditingkatkan dengan proses pemanasan.

Sejumlah kecil Tanzanite di pasar memiliki warna biru secara alami melalui panas metamorfisme tanpa campur tangan manusia.

Tanzanite biru yang tidak diolah secara alami ini dijunjung tinggi oleh beberapa pembeli batu permata dan perhiasan.

Untuk investasi

Pada laman Singapore Tatler, Tanzanite pun menjadi satu dari beberapa batu mulia yang dikatakan layak untuk menjadi investasi.

Danilo Giannoni, Co-founder of Arte Oro, produsen perhiasan Italia yang berbasis di Singapura mengatakan, Tanzanite hanya ditambang di satu lokasi di Tanzania, sehingga dari segi nilai hanya akan bisa naik.

Pemilik tanah di lokasi yang terletak di kaki bukit Kilimanjaro itu berusaha mengendalikan pasar, mirip dengan cara De Beers menentukan nilai berlian.

Jika berhasil, yang kemungkinan besar terjadi, ini akan mengarah pada kenaikan harga yang signifikan.

Saat itu ditulis diperkirakan mulai dari 1.000 Dollar AS hingga 5.000 Dollar AS (mulai sekitar Rp 14,2 juta hingga sekitar Rp 71,3 juta).

Dengan lebih banyak minat datang dari pasar Asia yang luas dan dipimpin oleh China, pasokan dapat habis dengan cepat.

Kondisi ini pada akhirnya akan mengarah pada pertumbuhan nilai yang tajam.

Namun, sama seperti investasi lainnya, investasi Tanzanite tetap memiliki risiko.

"Investasi batu permata juga memiliki risiko dan keuntungannya tidak dapat dipastikan"

"Namun untuk siapa saja yang tertarik memiliki koleksi, beberapa batu permata cenderung tumbuh dari segi nilai," ungkap Giannoni.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Buruh Tambang Mendadak Kaya Raya Dalam Semalam, Jual Dua Batu Tanzanite Rp 42 M, Apa Itu Tanzanite?,

 

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved