Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Sehat untuk Anda

Hati-hati, Penumpukan Lemak di Hati Bisa Menyebabkan Kanker

Jika sirosis tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan seseorang mengalami kanker hati

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
GRID.ID
Ilustrasi. 

Alasannya, penyakit yang masuk ke dalam kategori penyakit metabolik ini merupakan penyakit gaya hidup.

Pola makan masyarakat yang tidak sehat, dengan tinggi karbohidrat, tinggi kalori, tinggi lemak jenuh, tinggi fruktosa dan sukrosa, minim sayur dan buah, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, asupan kalori yang semakin tinggi tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yang semakin tinggi pula.

"Semakin kurang bergerak. Naik satu lantai pakai lift, pindah tempat pakai mobil, malas jalan kaki."

"Pekerjaan di kantor membuat kita lebih banyak duduk daripada jalan sehingga obesitas semakin banyak. Selain itu juga faktor genetik," tutur dia.

Perlemakan hati umumnya terjadi pada usia 40-50 tahunan, namun tidak menutup kemungkinan dialami oleh orang-orang dengan usia lebih muda.

Pentingnya pola hidup sehat Sayangnya, perlemakan hati umumnya tidak menunjukkan gejala.

Pasien harus melakukan pemeriksaan USG hati dan pengecekan SGOT-SGPT.

Irsan menambahkan, tidak jarang ia didatangi pasien yang tidak memiliki keluhan apa pun namun datang memeriksakan diri karena ada gambaran perlemakan hati pada hasil medical check up.

"Setelah terlihat dari USG, kita lihat enzim hati SGOT-SGPT. Semakin tinggi angkanya, berarti semakin jelek kondisi perlemakan hatinya," ungkap Irsan.

Ada pun terapi yang paling dianjurkan untuk pengobatan perlemakan hati adalah memperbaiki gaya hidup, terutama mengatur pola makan.

Lalu, tak kalah penting meningkatkan aktivitas fisik atau olahraga untuk menurunkan berat badan.

"Karena menurunkan berat badan terbukti bisa memperbaiki perlemakan hati," ucap dia.

(Kompas.com/Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Waspada, Terlalu Banyak Lemak di Hati Bisa Berujung Kanker

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved