Mulai 1 Juli 2020, Kartu Keluarga dan Akte di Denpasar Dicetak pada Kertas HVS 80 Gram

pencetakan dokumen Adminitrasi Kependudukan tidak lagi menggunakan blanko security printing, melainkan menggunakan Kertas HVS 80 Gram berwarna putih

kompas.com
Ilustrasi Kartu Keluarga (KK). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melaksanakan penyesuaian.

Dimana, pencetakan dokumen Adminitrasi Kependudukan tidak lagi menggunakan blanko security printing, melainkan menggunakan Kertas HVS 80 Gram berwarna putih.

Sedangkan Kartu Tanda Penduduk Eelektronik (e-KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) masih tetap menggunakan bahan yang sama.

Hal tersebut diungkapkan Kadisdukcapil Kota  Denpasar, I Dewa Gde Juli Artabrata saat diwawancarai Senin (29/6/2020).

Disperindag Tabanan Data Kerugian dan Hitung Biaya Renovasi Pasar Baturiti yang Terbakar Pekan Lalu

Tak Ingin Terkena Penyakit Asam Urat di Usia Muda? Kenali Penyebabnya & Hindari Konsumsi Makanan Ini

Ombudsman Catat 564 Komisaris Rangkap Jabatan di BUMN dan Anak Perusahaannya, Berpotensi Lakukan KKN

Ia mengatakan penggunaan Kertas HVS 80 Gram berwarna putih ini akan dimulai 1 Juli 2020.

"Hal ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 109 Tahun 2019. Ada pergantian media cetak adminduk serentak seluruh Indonesia yang menyesuaikan dengan Permendagri Nomor 109, dimana tidak lagi menggunakan blanko security printing, melainkan menggunakan Kertas HVS 80 Gram berwarna putih khusus untuk e-KTP dan KIA masih tetap menggunakan bahan yang sama," kata Juli.

Adapun dokumen adminduk yang akan mengalami perubahan media cetak meliputi Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Perceraian, Akta Kematian, Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Pindah (SKPWNI, SKPOA, dan SKPLN), serta layanan lainya.

Walaupun demikian, dokumen adminduk yang diterbitkan sebelum tanggal 1 Juli masih menggunakan media blanko security printing masih tetap sah dan tetap berlaku.

"Jadi yang sudah mencetak sebelumnya dengan menggunakan bahan yang lama atau security printing tetap berlaku dan sah, jadi baik yang bahan security printing atau kertas HVS 80 Gram berwarna putih tetap berlaku dan sah sebagai dokumen adminduk, jadi tidak perlu diperbaharui kecuali ada perubahan," imbuhnya.

Ia mengatakan, walaupun ada perubahan media, layanan di Disdukcapil Kota Denpasar tetap terpusat pada layanan Sistem Pendaftaran Daring (Si Taring).

Selain itu, untuk surat pindah datang juga sudah disiagakan di Desa/Lurah berbasis digitalisasi dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

"Jadi masyarakat diharapkan nantinya tidak kaget ketika ada perubahan media cetak dokumen adminduk, kekuatanya tetap sama dan sah berlaku, baik yang lama menggunakan media security printing, ataupun yang menggunakan Kertas HVS 80 Gram warna putih," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved