Kembangkan Diri lewat Berjalan Kaki, Gimana Caranya?
Jalan kaki memang kegiatan yang sederhana, tapi di baliknya ada segudang manfaat untuk kesehatan. Tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga mental.
TRIBUN-BALI.COM - Jalan kaki memang kegiatan yang sederhana, tapi di baliknya ada segudang manfaat untuk kesehatan.
Tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga mental.
Jalan kaki dapat dimanfaatkan untuk terapi dan memfasilitasi pengembangan diri.
Penulis esai humanis asal Inggris, William Hazlitt, dan organisasi non-profit seperti Consumer Reports pernah mengulas beragam manfaat jalan kaki.
Baik untuk membantu kesehatan dan sekaligus sarana refleksi dari stimulasi yang kita dengar dan lihat.
Pelatih karier dan pribadi dari Oakland, California, yang juga seorang penulis, Marty Nemko, PhD mengulas bahasan ini dalam laman Psychology Today.
Dia menyebutkan, refleksi diri memang bisa dilakukan sambil duduk diam.
Namun, berjalan pun ternyata bisa memfasilitasi pemikiran karena menjadi olahraga yang memberikan oksigen tambahan untuk otak.
• Desa Adat di Bali Dinilai Sebagai Tempat Ideal Ajaran Tri Sakti Bung Karno
• Potensi Pembukaan Piala Dunia U-20 Tahun 2021 di Stadion Dipta Gianyar, Yabes Tanuri : Harus Optimis
• Bantu Perkembangan Janin hingga Cegah Osteoporosis, Berikut Makanan yang Tinggi Kalsium
Lagipula, ketika berjalan, kita juga cenderung tidak terdistraksi dengan tumpukan pekerjaan.
Lalu, bagaimana agar aktivitas jalan kaki yang sederhana bisa menjadi sarana refleksi diri?
Bawalah buku catatan, catatan di ponsel, atau bisa juga aplikasi perekam suara.
Kemudian, lakukan tahapan-tahapan berikut:
1. Menggali target diri
Ketika berjalan, merenungi hari-harimu dari bangun tidur hingga kembali pergi tidur, apakah ada hal-hal yang membuatmu merasa sakit?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-jalan-kaki_20160117_122958.jpg)