Corona di Bali

Limbah Medis Covid-19 di RSUP Sanglah Capai 100 Kg Per Hari, Dibuang Kemana?

Sejak pandemi Covid-19, jumlah limbah medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali, mengalami peningkatan

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sejak pandemi Covid-19, jumlah limbah medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali, mengalami peningkatan.

Khusus untuk limbah medis Covid-19, RSUP Sanglah menghasilkan 100 Kg per hari.

"Untuk limbah Covid-19 rata-rata 100-an Kg per hari. Sedangkan, untuk limbah medis secara keseluruhan 500-an Kg per harinya," kata Humas RSUP Sanglah, I Dewa Ketut Kresna saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2020)

Ratusan kilogram limbah medis Covid-19 itu, kata Dewa Kresna, berasal dari ruang perawatan pasien Covid-19 di RSUP Sanglah.

BREAKING NEWS: Penemuan Jenazah Perempuan di Sebuah Kantor di Renon, Diduga Tewas Gantung Diri

Desa Adat di Bali Dinilai Sebagai Tempat Ideal Ajaran Tri Sakti Bung Karno

Potensi Pembukaan Piala Dunia U-20 Tahun 2021 di Stadion Dipta Gianyar, Yabes Tanuri : Harus Optimis

Jumlah pasien di RSUP Sanglah saat ini sebanyak 69 pasien. 

Dewa Kresna mengaku, bahwa untuk penanganan limbah medis di RSUP Sanglah sudah berdasarkan SOP yang telah diatur.

"Seperti sampahnya sudah dipisahkan dari ruangan, ada pembedaan warna kantong plastik yang digunakan untuk menampung, petugas yang menangani juga menggunakan APD," kata Dewa Kresna

Selanjutnya, limbah-limbah medis yang dikumpulkan dari ruangan perawatan itu akan diangkut oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan RSUP Sanglah khususnya soal pengolahan limbah medis.

"Untuk pengolahan limbah medis kami bekerjasama dengan vendor. Vendornya dari luar Bali, pastinya diolah diluar Bali," ujar Dewa Kresna.

Ia menjelaskan, untuk jenis limbah yang dikelola selama masa pandemi Covid-19 ini, diantaranya limbah medis infeksius dan limbah B3 lainnya seperti baterai, lampu TL yang masih mengandung merkuri dan alat kesehatan lainnya yang mengandung merkuri.(*).

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved