Liputan Khusus

Potret Kisara, Sebuah Kelompok Remaja di Denpasar yang Peduli Kampanyekan Isu Kespro

Di Bali ada sekelompok remaja yang kerap mengampanyekan isu-isu kesehatan reproduksi (kespro) khususnya bagi remaja.

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay
Ilustrasi Foto Perempuan Bermain Kembang Api 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -  Di Bali ada sekelompok remaja yang kerap mengampanyekan isu-isu kesehatan reproduksi (kespro)  khususnya bagi remaja.

Mereka adalah para relawan yang menamakan diri Kisara (Kita Sayang Remaja). Mereka dinaungi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali.

Di tengah banyaknya kasus kekerasan seksual, seks berisiko, kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual, dan kasus HIV/AIDS yang kebanyakan dari usia produktif, Kisara hadir  untuk meningkatkan partisipasi remaja dan pemberdayaan remaja di Bali.

“Kisara dibentuk dengan tujuan meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan remaja untuk terlibat menghadapi berbagai problema remaja, khususnya soal kesehatan reproduksi dan seksualitas,” kata Koordinator Kisara, Ni Luh Putu Nita Sri Dewi, akhir April lalu.

Kisara dibentuk para relawan remaja dan pemerhati remaja yakni Prof Wimpie Pangkahila, Dokter Mangku Karmaya dan sejumlah relawan pada 14 Mei 1994.

Visinya membentuk remaja bertanggungjawab pakai pendekatan dari dan untuk remaja.

Kisara berharap bisa menjadi tempat buat remaja bisa bertanya, berdiskusi, dan konsultasi untuk mendapatkan hak dan kebutuhan remaja akan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas

Banyak program Kisara. Seperti penyuluhan  di lingkungan sekolah, sekaa teruna teruni (STT) atau komunitas lainnya.

Kisara juga aktif mengampanyekan isu kespro lewat RRI.

Bagi remaja yang memiliki permasalahan seputar kespro, Kisara juga menyediakan layanan konseling baik online dan offline.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved