Dua Terdakwa Penyerangnya Akan Divonis Pengadilan, Novel Baswedan Tak Ingin Berharap Banyak

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku tak banyak berharap dengan persidangan kasus ini.

Tribunnews
Penyidik KPK Novel Baswedan 

TRIBUN-BALI.COM - Novel Baswedan menyatakan persidangan dengan agenda vonis terhadap dua terdakwa penyiram air keras terhadap dirinya, bakal mencerminkan wajah hukum di Indonesia.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengaku tak banyak berharap dengan persidangan kasus ini.

"Sulit untuk menaruh harapan terhadap proses hukum yang banyak janggal dan jauh dari fakta kejadian."

"Saya lebih melihat putusan nanti akan jadi tampilan wajah hukum di Indonesia," kata Novel Baswedan saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2020).

Para Tahanan Polresta Denpasar di Rapid Test, Kapolresta Ungkap Hasilnya

Cerita Perempuan Usia 25 Tahun Ungkap Cara Turunkan Berat Badan Hingga 48 Kg

Daftar Harga Hp iPhone per 1 Juli 2020, Dikabarkan iPhone 12 Dijual Tanpa Kepala Charger

Novel Baswedan menyebut banyak kejanggalan dari awal kasus ini diungkap Polri.

Menurut dia, kedua terduga pelaku, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, bukanlah pelaku sebenarnya.

Selain itu, dalam dakwaan kasus ini juga banyak yang janggal menurut Novel Baswedan.

Dari mulai material yang disebut untuk menyiram dirinya adalah air aki, bukan air keras, hingga tak dihadirkannya saksi kunci yang menurut Novel Baswedan berada di lokasi kejadian.

Maka dari itu, Novel Baswedan menyebut vonis terhadap dua terduga pelaku dirinya merupakan tampilan wajah hukum di Indonesia.

"Apakah (tampilannya) akan tampak lumayan atau sangat buruk," ucap Novel Baswedan.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved