Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Pedagang Nasi Campur di Blahbatuh Gianyar Positif Covid-19

Transmisi lokal di Kabupaten Gianyar semakin parah, dan telah menyasar kantung-kantung masyarakat paling bawah

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Foto ilustrasi Covid-19 

TRIBUN–BALI,COM, GIANYAR – Transmisi lokal di Kabupaten Gianyar semakin parah, dan telah menyasar kantung-kantung masyarakat paling bawah.

Setelah sebelumnya sejumlah pedagang di Pasar Umum Gianyar, Bali.

Kini, virus Covid-19 menjangkiti seorang pedagang nasi campur yang berlokasi di Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar.

Perempuan berinisal NR (47) dikonfirmasi positif, Selasa (30/6/2020) malam.

Laudya Cynthia Bella Sempat Ceritakan Tentang Suaminya ke Raffi Ahmad Saat Liburan di Jepang

Giri Prasta Siap Fasilitasi Rapid Test Gratis Bagi Karyawan Ber-KTP Badung

Karyawan Pariwisata Wajib Rapid Test Mandiri, PHRI dan PUTRI Bali Minta Ditinjau Kembali

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, I Made Wisnu Wijaya, Rabu (1/7/2020) mengatakan, virus Corona kembali menjangkiti pedagang, kali ini seorang pedagang nasi campur yang berjualan di Medahan.

Dia diduga terpapar dari langganannya, yang sebelumnya meninggal karena Covid-19

"Yang bersangkutan berdagang di area Desa Medahan, sebelumnya pasien yang dinyatakan meninggal dunia terkonfirmasi Covid-19, IMM, langganan di warung milik yang bersangkutan ini," ujarnya.

Menurut Wisnu, NR terakhir kali berjualan 23 Juni.

Dimana saat itu ia mengalami kondisi kesehatan yang buruk, mulai dari magh, air liur kental dan susah makan.

Dimana ia memeriksakan kesehatannya tersebut ke rumah sakit swasta di Saba, Blahbatuh, Kamis (25/6/2020).

”Dia lantas menjalani rapid test dengan hasil reaktif, kemudian yang bersangkutan dirujuk ke RSPTN Udayana," ujar Wisnu.

27 Juni, NR menjalani swab test pertamanya di RSPTN Udayana.

Lalu, esoknya keluar hasil positif Covid-19.

Mengetahui hal tersebut, di hari berikutnya tim surveillance Kabupaten Gianyar dan Kecamatan Blahbatuh melakukan tracing dan rapid test terhadap keluarga, serta terkontak erat.

“Ada sebanyak 18 orang keluarga dan terkontak erat telah di rapid dengan hasil non reaktif alias negatif,” ujarnya.

Tak hanya NR, seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) asal Desa Singakerta, Ubud juga dinyatakan positif Covid-19.

Namun ASN tersebut selama ini tidak bertugas di Bali, melainkan di Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) di Jakarta.

“Seorang ASN yakni DKGIP (27) asal Singakerta juga terpapar Covid. 18 Maret dia pulang dari Jakarta, kemudian 19 Mei melakukan rapid test di Puskesmas Ubud II dengan hasil non reaktif. 11 Juni yang bersangkutan hendak berangkat ke Jakarta, namun sebagai persyaratan perjalanan ke luar daerah kemudian yang bersangkutan melakukan rapid test di RS Payangan dengan hasil reaktif, lalu dilanjutkan dengan swab test hasilnya positif," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved