Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Premium dan Pertalite Bakal Dihapus, Pengamat: Mesti Ada Subsidi untuk Angkutan Umum & Barang

Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, penghapusan Premium dan Pertalite memang langkah yang tepat

Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
ILUSTRASI-Suasana pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina 

TRIBUN-BALI.COM - Penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kurang ramah lingkungan telah memperoleh dukungan dari sejumlah kalangan.

Meski begitu, penghapusan Premium dan Pertalite dinilai masih belum cukup untuk menjadi solusi

Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, penghapusan Premium dan Pertalite memang langkah yang tepat dari sisi emisi lingkungan.

Namun, persoalan BBM sebagai komoditas penggerak ekonomi tidak sampai di situ.

Sekda Bali Minta Pasar Modern Bentuk Satgas Khusus Guna Cegah Menjadi Klaster Penularan Covid-19

Berupaya Minimalkan Kemungkinan Korupsi, Pemprov Bali Bangun Birokrasi Digital

Kisah Pilu Masa Kecil Wendy Cagur, Ngorek Sampah demi Temukan Mainan, Daging Ayam Jadi Motivasi

Ketika rencana Premium dan Pertalite jadi terlaksana, maka konsumen pun dipaksa pindah ke BBM yang lebih ramah lingkungan, namun lebih mahal dari sisi harga.

Untuk memitigasi gejolak ekonomi yang mungkin terjadi, Djoko meminta agar pemerintah dan PT Pertamina (Persero) memberikan perlakuan khusus bagi penggunaan BBM di sektor angkutan barang dan transportasi umum yang sebelumnya memakai dua jenis BBM tersebut.

Kebijakan itu bisa berupa harga khusus atau semacam subsidi, bagi mereka yang mengantongi izin resmi. "Bagi angkutan umum dan barang dapat diberikan harga BBM subsidi, asalkan berbadan hukum," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (1/7/2020).

Menurutnya, hal tersebut sangat penting agar tidak tidak menambah beban pengusaha transportasi dan angkutan barang.

Terlebih, untuk mencegah terjadinya kenaikan tarif yang justru memberatkan konsumen atau masyarakat luas.

 "Namun harus jelas yang dapat subsidi. Karena banyak yang miliki pribadi, jangan dikasih subsidi," sebutnya.

Djoko pun menyoroti, selama ini perhatian terhadap transportasi umum dinilainya kurang diberikan.

Seolah, pemerintah lebih memperhatikan transportasi online.

"Padahal selama ini transportasi umum kesulitan di masa pandemi. Tapi mereka tidak melakukan PHK, itu membantu pemerintah dan masyarakat juga," ujar Djoko.

Seperti diketahui, pemerintah tak menampik adanya rencana penghapusan BBM dengan kadar oktan rendah seperti Premium dan Pertalite.

Penanganan Covid-19 Diapresiasi Pusat, Koster Berterimakasih ke Camat, Kades dan Lurah se-Bali

Mohon Kerahayuan, Upacara Peneduh Jagat Bali, Mepekelem & Mebebangkit Digelar di Bandara Ngurah Rai

Polres Bangli Ikuti Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 Secara Virtual

 PT Pertamina (Persero) juga sudah menyiapkan tiga tahapan untuk mengurangi BBM yang tidak ramah lingkungan, yakni jenis Research Octane Number (RON) 88 atau bensin Premium dan RON 90 atau bensin jenis Pertalite.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved