Corona di Bali
Tahap Pertama, Rapid Test Gratis di Badung Dialokasikan untuk 10 Orang pada Setiap Perusahaan
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra, tak menampik adanya prioritas rapid test terhadap pekerja pariwisata.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan usaha yang diijinkan beroperasi akan ditinjau kembali apabila melakukan pelanggaran terhadap standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Sebelum diberikan sertifikat, kami sudah meminta pengusaha membuat fakta integritas, jadi kalau melanggar dapat ditindak. Apalagi ditemukan sampai positif Covid-19 pastinya usaha itu akan ditutup lagi,” tegasnya sembari mengatakan kalau sudah terverifikasi, jadi wisatawan bisa melihat di website kami mana destinasi wisata yang bisa dikunjungi.
Disisi lain, Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Badung IGN Jaya Saputra, mengatakan Dinas Kesehatan menyiapkan sebanyak 53.000 rapid test.
Dari angka tersebut telah digunakan sebanyak 21.000 rapid test.
“Jadi masih ada yang belum terpakai, ini yang akan dipakai untuk rapid tenaga kerja pariwisata setelah diupdate datanya oleh Dispar beserta komponen pariwisata lainya,” ucapnya.
Sayangnya, Jaya Saputra tak bisa merinci berapa anggaran yang diperlukan dalam program rapid test tersebut.
Namun, berdasarkan inspektorat kabupaten Badung Dana refocusing yang diperoleh Diskes dalam penanganan Covid-19 di Badung mencapai Rp 127.883.455.358.
Anggaran ini telah digunakan per 22 Mei sebesar Rp 17.579.101.624. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rapid-test-covid-19_dwis_6.jpg)