Breaking News:

MA Perpanjang Masa Penahanan Ketut Sudikerta

Mahkamah Agung (MA) telah memperpanjang masa penahanan mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta (53)

Tribun Bali/I Putu Candra
SIDANG - I Ketut Sudikerta menjalani persidangan PN Denpasar, Denpasar, Bali, Selasa (17/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mahkamah Agung (MA) telah memperpanjang masa penahanan mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta (53).

MA memperpanjang masa penahanan mantan politisi Golkar ini selama 60 hari kedepan.

Masa penahanan Sudikerta yang masih menunggu putusan kasasi di MA dalam kasus dugaan penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rp 150 miliar berakhir pada 28 Juni lalu.

Perpanjangan itu berdasarkan surat yang dikirim MA ke panitera Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Kamis (2/7).

Dalam surat yang ditandangani Panitera Muda Pidana Khusus, Suharto tertanggal 29 Juni 2020 itu, tertera masa penahanan Sudikerta resmi diperpanjang mulai 29 Juni hingga 29 Juli.

Pula, diperpanjang lagi mulai 29 Juli hingga 29 Agustus mendatang.

MA sebelumnya sudah dua kali memperpanjang masa penahanan pria yang pernah menjabat Wakil Bupati Badung ini, selama 50 hari dan 60 hari.

Namun karena sidang kasasinya belum selesai, masa penahanan kembali diperpanjang 60 hari kedepan.

"Sesuai peraturan, untuk masa penahanan yang ancaman hukumannya lebih dari 9 tahun bisa dilakukan perpanjangan tambahan 2x30 hari," jelas Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Luga A Harlianto yang dihubungi awak media, Kamis (2/7).

"Sekarang tinggal menunggu putusan kasasi dari MA. Semoga dalam waktu dekat sudah keluar putusannya," ucap Luga. Selain Sudikerta, perpanjangan masa penahanan terhadap Anak Agung Ngurah Agung.

Seperti diketahui, dalam perkara dengan korbannya bos PT Maspion, Alim Markus ini, majelis hakim PN Denpasar memutus Sudikerta dengan pidana 12 tahun penjara, denda Rp 5 miliar subsider empat bulan penjara.

Terhadap putusan itu, Sudikerta langsung mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar. Dalam putusan banding di tingkat PT, hukuman Sudikerta turun menjadi 6 tahun penjara.

Tidak hanya itu, pidana denda Rp 5 miliar juga turun menjadi 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Atas putusan dari PT Denpasar, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) lalu melakukan upaya hukum kasasi ke MA.(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved