Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Perayaan Banyupinaruh: Tak Hanya Melukat, Tapi Juga Belajar dan Mengendalikan Diri

Perayaan Banyupinaruh: Tak Hanya Melukat, Tapi Juga Belajar dan Mengendalikan Diri

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
istimewa
Banyupinaruh - Suasana perayaan Hari Banyupinaruh di kawasan pantai Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, Minggu 9 Februari 2025. Banyupinaruh di Gianyar Bali, Polsek Blahbatuh Jaga Kawasan Pantai, Pastikan Kelancaran Prosesi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perayaan banyupinaruh selalu identik dengan melukat.

Tak heran, saat banyupinaruh, sumber mata air akan selalu ramai oleh umat yang melukat.

Meski demikian, banyupinaruh tak hanya sekadar melukat, namun juga dimaknai dengan belajar ilmu pengetahuan dan mengendalikan diri.

Hal itu diungkapkan Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak saat dihubungi Sabtu, 6 September 2025.

Baca juga: Mendagri Tito: Pengurangan Alokasi TKD Dikompensasi Melalui Program Kementerian Kopdes Merah Putih

Kenak mengatakan, banyupinaruh berasal dari kata banyu yang bermakna air dan pinaruh bermakna pengetahuan.

"Jadi bagaimana kegelapan pikiran, kekotoran pikiran dibersihkan dengan ilmu pengetahuan," paparnya.

Kenak juga menjelaskan jika saat banyupinaruh merupakan wuku pertama dari 30 siklus wuku yang berganti setiap minggu.

Baca juga: Memaknai Banyupinaruh di Bali, Tak Hanya Melukat, Tapi Juga Belajar dan Mengendalikan Diri

Dan ini juga berkaitan erat dengan Saraswati yang digelar sehari sebelumnya.


Saraswati dirayakan pada hari terakhir wuku Watugunung yang merupakan siklus terkahir dalam wuku.

"Watugunung di Bali dimaknai sebagai turunnya Weda atau turunnya ilmu pengetahuan. Saras atinya layaknya air mengalir. Sehingga Saraswati dan Banyupinaruh saling terkait," paparnya.

Sehingga saat banyupinaruh bisa dimaknai bahwa pengendalian diri bisa dilakukan melalui ilmu pengetahuan.

Ia pun menyebut jika melukat saat banyupinaruh adalah hal yang bagus.

Namun hal ini tak akan maksimal tanpa dibarengi dengan belajar dan pengendalian diri.

"Apalagi kewajiban manusia adalah belajar. Long life education. Tiada henti belajar baik secara formal maupun informal," paparnya.

Sementara itu, saat banyupinaruh, di Denpasar ada beberapa titik yang biasanya dituju oleh umat Hindu.

Seperti di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak, pantai Sanur, hingga pantai Mertasari.


Bahkan di sepanjang pantai yang ada di wilayah Sanur biasanya akan dipadati oleh warga yang akan melukat saat Banyupinaruh di pagi maupun sore hari.


Selain itu, ada juga yang melukat di griya dan pura yang memiliki sumber air. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved