Breaking News:

Corona di Bali

PHDI Klungkung: Banyu Pinaruh di Pantai Wajib Taati Protokol Kesehatan

PHDI Klungkung: Banyu Pinaruh di Pantai Wajib Taati Protokol Kesehatan

tribun bali/dwisuputra
ilustrasi pantai 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Hari Saraswati yang diperingati sebagai hari turunnya Ilmu Pengetahuan akan dirayakan Sabtu (4/7) mendatang. Umat hindu, khususnya siswa pun dihimbau untuk melakukan persembahyangan Saraswati di rumah masing-masing, mengingat masih tingginya kasus transmisi lokal di Klungkung.

Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta menjelaskan, sesuai protokol kesehatan pihaknya masih menghinbau agar warga tetap melakukan pesembahyangan di rumah. Namun dirinya tidak bisa melarang, jika ada masyarakat yang tetap ingin melakukan persembahyangan saraswati keluar rumah.

" Jika harus sembahyang keluar rumah silakan, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, peran prajuru pura dan pemangku sangatlah penting. Utamanya untuk mengingatkan umat agar tetap menjalankan protokol kesehatan di setiap pura," jelas Putu Suarta, Kamis (2/7).

Prajuru pura dan pemangku agar selalu mengingatkan para pemedek nantinya untuk selalu memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan di pura. Termasuk membatasi jumlah pemedek saat melakukan persembahyangan, sehingga jaraknya mudah diatur.

"Jumlah pemedek yang akan melakukan persembahyangan juga perlu diatur sehingga setiap umat tetap bisa menjaga jarak," terangnya.

Demikian pula sehari setelah Saraswati, PHDI tidak bisa melarang umat ke pantai untuk melakukan ritual Banyu Pinaruh. Namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Untuk Banyu Pinaruh, kalau masyarakat mau ke pantai silahkan, tapi harus protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan," ungkapnya.

Sementara prajuru Pura Goa Lawah, Putu Juliadi mengatakan, sejak Covid-19 merebak pihaknya sudah menyediakan fasilitas kesehatan sesuai protokol Covid-19 di pura. Apalagi Pura Goa Lawah menjadi salah satu tujuan dari warga untuk melakukan persembahyangan saraswati.

" Protokol kesehatan sudah digalakkan di Pura. Tempat cuci tangan sudah disediakan. Pemangku kami arahkan agar selalu mengingatkan umat untuk menjaga jarak," jelasnya.

Putu Juliadi pun mengatakan umat yang tangkil melakukan persembahyangan ke Pura Goa Lawah juga dibatasi maksimal 25 orang dalam satu rombongan.

"Kami juga menyiagakan petugas, agar pemedek diingatkan untuk selalu bawa masker saat masuk ke pura," jelasnya. (Mit)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved