Pura Jagatnata Klungkung Terkesan Tidak Terurus, Toilet Umum Juga Banyak Rusak

Suwirta mengecek kondisi Pura Jagatnata Klungkung dan mendapati taman sangat tidak tertata, bahkan menurutnya kondisi pura terkesan tidak terurus

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
Pemkab Klungkung
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat meninjau kondisi beberapa aset pemkab yang berada di sekitar jantung Kota Semarapura, Klungkung, Bali, Jumat (3/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kondisi aset milik Pemkab Klungkung tidak semuanya terawat dengan baik, beberapa di antaranya terkesan tidak terurus.

Seperti misalnya Pura Jagatnata yang berada di jantung Kota Semarapura.

Serta toilet umum di belakang Monumen Puputan Klungkung yang fasilitasnya banyak rusak.

Hal ini pun menjadi sorotan Bupati I Nyoman Suwirta saat meninjau kondisi beberapa aset Pemkab Klungkung yang berada di sekitar jantung Kota Semarapura, Jumat (3/7/2020).

Terlebih dahulu Suwirta menyambangi Monumen Puputan Klungkung dan mendapati tanaman-tanaman sudah mati dan kering.

Ia pun segera menata taman-taman yang tidak rapi dan meminta tukang kebun segera menata ulang dan mengganti tanaman-tanaman yang sudah mati ataupun kering.

Suwirta lalu bergegas mengecek kondisi Pura Jagatnata yang lokasinya di utara Monumen Puputan Klungkung.

Di sana ia juga mendapati taman sangat tidak tertata dan banyak tumbuhan liar.

Bupati Suwirta Geram Masih Dapati Warga Buang Sampah Sembarangan

Taman di Kerta Gosa dan Monumen Puputan Klungkung Kurang Terawat, Suwirta Minta Rombak Ulang

Bahkan menurut Suwirta, Pura Jagatnata terkesan tidak terurus.

“Khusus di Pura Jagatnata, nanti akan kami siagakan petugas kebersihan khusus untuk merawat dan memelihara taman serta menjaga kebersihan areal Pura Jagatnata,” ungkap Suwirta.

Nantinya parkiran dan area wantilan Pura Jagatnata juga akan dipasangi pintu gerbang.

Dengan kondisi terbuka seperti saat ini, banyak warga tidak bertanggung jawab yang leluasa merusak fasilitas umum saat malam hari.

“Contohnya di toilet umum di belakang Monumen Puputan Klungkung. Di sana banyak aset yang rusak, seperti pintu hancur, shower hilang, dan kebersihannya kurang terjaga,” ungkap Suwirta.

Destinasi Kertagosa dan Lapangan Puputan Klungkung juga tidak lepas dari pantauan Suwirta.

Ia ingin memastikan semua fisik bangunan dan taman-taman di lokasi itu harus tertata rapi dan terawat dengan baik.

Dengan harapan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut bisa lebih nyaman dan senang saat datang ke Kertagosa maupun berolahraga di Lapangan Puputan.

“Saya imbau seluruh dinas maupun OPD di Pemkab Klungkung, untuk lebih serius dalam merawat asetnya. Agar aset itu bisa dimanfaatkan lebih lama dan tidak mudah rusak,” imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved