Breaking News:

Corona di Bali

BREAKING NEWS - Karena Covid-19, Puskesmas Sukawati I Akan Ditutup Sementara Pada Senin Ini

Pemkab Gianyar saat ini mulai mengambil langkah-langkah tegas, dalam memutus mata rantai Covid-19.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pemkab Gianyar saat ini mulai mengambil langkah-langkah tegas, dalam memutus mata rantai Covid-19.

Dimana mereka memilih menutup tempat-tempat yang menjadi ‘sarang’ transmisi lokal penyebaran Covid-19.

Setelah sebelumnya menutup toko bangunan Harum Jaya, di Gianyar, Bali.

Pemkab Gianyar akan menutup pelayanan di Puskesmas Sukawati I, Senin (6/7/2020).

Ramalan Zodiak 6 Juli 2020, Hari Keberuntungan Aquarius, Pisces Akan Merasa Gembira

Ini Deretan Penyakit yang Bisa Dideteksi Lewat Mata

Gerakkan Ekonomi Mikro, Bank Mandiri Salurkan Rp 6 miliar ke Ratusan Warung Kecil dan Agen Makanan

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan bahwa Puskesmas Sukawati I akan ditutup pada Senin (6/7/2020).

Terkait darimana sumber virus Covid-19 yang merusak sistem kerja di Puskesmas Sukawati I, Wisnu mengatakan, bersumber dari seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Sukawati 2.

Dimana, seorang nakes positif Covid-19 di Puskesmas Sukawati 2 ini telah melakukan kontak dengan 25 orang tenaga kesehatan di Puskesmas Sukawati I.

Meski bersumber dari Puskesmas Sukawati 2, Wisnu mengatakan, pelayanan yang ditutup hanya Puskesmas Sukawati I.

Sebab pihaknya telah bisa mengatasi situasi di Puskesmas 2 tersebut.

“Senin ini, Puskesmas Sukawati I kita tutup, karena terjadi penyebaran dari NKS (Nakes Puskesmas 2), dan saat ini telah menjadi transmisi lokal di Puskesmas Sukawati I. Di Puskemas I saat ini ada dua orang yang hasil test swabnya dinyatakan positif, salah satunya menantu NKS setelah dilakukan trasing terhadap kedua nakes tersebut, didapatkan bahwa mereka melakukan kontak erat dengan sekitar 25 orang nakes di Puskesmas Sukawati I,” ujar Wisnu.

“Karena itulah perlu dilakukan penutupan (Puskesmas Sukawati I) sambil menunggu hasil rapid dan swab 25 orang nakes dalam rangka memutus terjadinya pengembangan klaster. Penyebaran memang dari Puskesmas Sukawati 2, tapi sudah bisa kita tangani, sehingga Puskesmas 2 belum perlu ditutup,” tandas Wisnu. (*).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved