Berkenalan dengan Dipha Barus, Seorang DJ hingga Pencipta Lagu di Indonesia

Bagaimana Sosok Dipha Barus Menjadi Seorang DJ, Pencipta Lagu dan Produser? Begini Pengakuannya

Istimewa
Berkenalan dengan Dipha Barus, Seorang DJ hingga Pencipta Lagu di Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM - Nama Dipha Barus pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.

Sosok dibalik sederet lagu populer tanah air yang seringkali dijuluki sebagai ‘the anthem for the Indonesian youth', seorang DJ, pencipta lagu dan produser yang telah menorehkan sejumlah prestasi baik di negeri sendiri hingga menembus ke kancah internasional.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa kecintaannya untuk memproduseri lagu berawal dari sebuah kanal di YouTube bernamakan “Sflogicninja” yang didirikan oleh David Earl pada 2006.

“Saya memang sekolah musik dari kecil cuman gak pernah secara serius menekuni satu instrumen. Tapi ketika minat untuk nge-DJ sudah mulai terbangun, gue inget banget kanal pertama yang menguatkan ketertarikan gue akan dunia song producing adalah kanal ini," tutur Dipha, Senin (6/7/2020) melalui keterangan tertulis yang diterima tribunbali.com.

Maskapai Air France Bakal PHK Lebih dari 7.500 Karyawan Akibat Ketidakpastian Berakhirnya Covid-19

Ini 4 Zodiak yang Paling Posesif Pada Pasangannya, Cancer Mudah Curiga

Penanganan Lansia di Denpasar Harus Lebih Serius, DPRD Rancang Perda Inisiatif Perlindungan Lansia

Ia mengaku, tidak pernah sekolah formal untuk menjadi produser, cuman ikutin tutorial dari hal semudah “cara memasukkan audio ke workstation” hingga yang lebih kompleks.

"Saya memilih untuk ngulik semuanya dari beragam tutorial di YouTube karena tutorial yang ada cukup mudah dimengerti dan sesuai sama minat aku. Seiring berkembangnya karir saya pun, semua teknik yang saya punya, saya pelajari dari YouTube,” cerita Dipha.

Tumbuh dari keluarga yang memiliki musikalitas tinggi, Dipha telah diperkenalkan ke berbagai genre musik sejak dini.

Mulai dari genre Pop lewat karya - karya The Beatles hingga genre Soul dan Jazz dari Stevie Wonder dan Miles Davis.

Dia pun pernah mengikuti sekolah musik di bawah naungan sejumlah nama besar di dunia musik tanah air, seperti Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana dan Jeffrey Tahalele.

Tetapi salah satu momen yang membuka perspektifnya terhadap musik adalah ketika ia menemukan album Nirvana di salah satu toko musik, yang bermula karena ketertarikan pada sampul dari album tersebut.

“Album tersebut bisa dibilang suatu titik balik buat saya. Dari situ saya menyadari bagaimana musik tidak hanya mampu mengekspresikan kebahagiaan atau kesedihan, tetapi juga kemarahan dan berbagai macam perasaan dan pernyataan. Sejak itu, saya mulai mendalami dan mempelajari bagaimana beragam musisi mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui suara yang berbeda," jelas Dipha.

Semakin ia terus berusaha memahami dan belajar keberagaman tersebut, ia pun semakin memahami karakter dari musiknya, juga pesan yang ia ingin sampaikan yaitu ”Humankind” (Umat Manusia).

Ia percaya bahwa keterbukaan akses ke informasi dan kemajuan teknologi yang ada, memungkinkan semua orang untuk saling berbagi dan mendengarkan cerita dan membentuk komunitas sendiri, terlepas dari batas geografis, umur, dan beragam faktor lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved