Jangan Sampai Keliru, Kenali Perbedaan Antara Penyakit Rematik dan Asam Urat
Penyakit rematik dan asam urat memang kurang lebih memiliki gejala yang sama, yakni nyeri sendi. Namun, kedua penyakit tersebut berbeda
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tribunners, apa Anda pernah mendengar tentang penyakit rematik dan asam urat ?
Mungkin banyak orang pernah mendengar penyakit tersebut.
Penyakit rematik maupun asam urat memiliki gejala yang mirip, namun jangan sampai keliru mengidentifikasi penyakit rematik dan asam urat.
Hal ini penting untuk menentukan langkah awal yang paling tepat dalam penanganan masing-masing penyakit tersebut.
• Kuasai 35 Paket Sabu dan 14 Butir Ekstasi, Siswantoro Dituntut 13 Tahun Penjara
• Komitmen Pemkab Badung Bentuk Community Empowering Sambut New Normal
• 173 Anjing di Pantai Mertasari Sanur Divaksin Rabies
Penyakit rematik dan asam urat memang kurang lebih memiliki gejala yang sama, yakni nyeri sendi.
Namun, kedua penyakit tersebut tetap saja adalah penyakit yang berbeda.
Berikut ini perbedaan antara penyakit rematik dan asam urat yang perlu Anda ketahui:
1. Penyebab
Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rematik atau rheumatoid arthritis adalah sejenis penyakit autoimun yang membuat sendi-sendi kaku dan meradang.
Peradangan tersebut disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terganggu dan malah menyerang jaringan sendi tubuh sehat hingga membuatnya rusak.
Begitu penyebab rematik. Sedangkan, peyebab asam urat adalah karena terlalu banyak kadar asam urat (uric acid) di dalam tubuh.
Zat asam urat yang tertumpuk di dalam tubuh tersebut salah satunya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin.
Pada kondisi normal, purin akan diolah menjadi asam urat dan akan dikeluarkan tubuh melalui urine.
Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, purin akan menumpuk dan berubah menjadi kristal pada sendi-sendi, kemudian terjadilah peradangan.
2. Lokasi nyeri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-kaki_20170107_090038.jpg)