Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kisahkan Penyesalan Mendekam di Lapas, Putu Suciawan Bersama Devillas Band Rilis Video Klip

Stigma atau cap negatif sebagai mantan narapidana mampu dipatahkan oleh seorang Putu Suciawan.

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Putu Suciawan bersama Devillas Band. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Stigma atau cap negatif sebagai mantan narapidana mampu dipatahkan oleh seorang Putu Suciawan.

Mantan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singaraja itu kini banyak melakukan hal-hal positif dan menginspirasi, salah satunya dalam seni musik.

Putu Suciawan kini telah menghasilkan karya seni musik atau lagu yang berjudul "Aku Harus Pulang".

Lagu ini merupakan kisah nyata seorang mantan penjahat yang kini telah berhasil mengubah hidupnya menjadi kearah yang positif.

Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Denpasar Kurang Dari 10 Persen

Jangan Sampai Keliru, Kenali Perbedaan Antara Penyakit Rematik dan Asam Urat

Kuasai 35 Paket Sabu dan 14 Butir Ekstasi, Siswantoro Dituntut 13 Tahun Penjara

Terlebih di tangan dingin Putu Setiawan, lagu "Aku Harus Pulang tersebut kini telah memiliki video klip.

Video klip baru ini dibuat hanya dalam waktu dua hari bersama band Devillas pada pertengahan Juni 2020 dan sekarang sudah bisa disaksikan di Channel YouTube Putu Studio.

Suciawan mengatakan, karya ini menceritakan penyesalannya saat masih menyandang status sebagai seorang narapidana yang harus mempertanggungjawabkan perbuatan di Lapas Singaraja.

Lirik lagu "Aku Harus Pulanh" mengilustrasikan penyesalan dan kerinduan dirinya sebagai narapidana untuk kembali kepada keluarga atau pulang ke rumahnya dan kembali berbaur di tengah-tengah masyarakat.

"Saya ingin berbagi kisah dan pesan lewat lagu ini bahwa seorang narapidana dan mantan narapidana bisa berubah menjadi lebih baik, melakukan hal positif bahkan bisa menginspirasi," kata Putu Suciawan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribun Bali, Selasa (7/7/2020).

Putu Suciawan menuturkan, lagu "Aku Harus Pulang" tercipta sekitar bulan September 2018 saat masih di Lapas Singaraja, setelah sebelumnya dipindahkan dari Rutan Gianyar, Bali.

Saat itu Kepala Lapas Singaraja dalam suatu kesempatan memanggil Putu Suciawan karena diketahui dirinya bisa bermain musik dan bernyanyi.

Putu Suciawan kemudian diberikan fasilitas untuk membuat semacam studio di dalam Lapas dan singkat cerita, terciptalah lagu "Aku Harus Pulang" tersebut.

"Saya menciptakan lagu ini saat saya mendidik anak-anak (penghuni) di dalam lapas untuk bermain musik," tutur Putu Suciawan yang kini ikut berkecimpung membangun pariwisata Nusa Penida dan bekerja juga sebagai manajer di salah satu villa dan restoran itu..

Lagu "Aku Harus Pulang" karya Putu Suciawan ini di Lapas Singaraja kini dijadikan semacam lagu wajib dan jingle ketika ada berbagai acara di Lapas ini.

"Waktu saya masih di Lapas, saya dan teman-teman juga sering disuruh konser di luar kalau ada acara," kenang pria asal Desa Sepang, Buleleng.

Sebelumnya juga telah dibuat video klip "Aku Harus Pulang" ini saat Putu Suciawan masih berada di dalam Lapas.

Namun karena di dalam Lapas ada keterbatasan alat, sekarang aransemen dan video klipnya dibuat ulang bersama Devillas Band.

Band ini baru saja dibentuk Putu Suciawan dengan merangkul anak-anak band dan pecinta musik yang terdampak pandemi Coronavirus Disease 2091 (Covid-19).

Putu Suciawan menuturkan pesan yang ingin disampaikan lewat lagu dan video klip "Aku Harus Pulang" ini cukup sederhana yakni bagaimana seorang agar terus berupaya menjadi lebih baik.

Secara khusus lagu ini juga menjadi pesan bagi para atau mangan narapidana agar bisa menatap masa depan yang lebih baik.

Putu Suciawan juga berharap bahwa penjara atau Lapas tidak lagi identik menjadi tempat yang menyerahkan atau penuh siksaan tapi tempat pembinaan bagi orang-orang yang pernah tersesat, berbuat kesalahan dengan melakukan tindak kriminal.

"Waktu saya di penjara ,saya sempat berpikir penjara menyeramkan dan saya akan dianiaya. Tapi begitu saya dipindahkan ke Lapas Singaraja, ternyata disana ada pembinaa dan saya dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik," tutur Putu Suciawan.

"Sampai akhirnya saya terinspirasi membuat lagu ini. Saya juga rindu pulang dan disina saya akan berubah, akan bertobat. Dari sana saya sadari bahwa penjara ini adalah untuk saya belajar. Lalu setelah saya keluar penjara akhirnya saya bertemu dengan teman-teman saya di band Devillas yang saya bentuk saat pandemi Corona," imbuh Putu Suciawan.

Selain lagu "Aku Harus Pulang" Putu Suciawan juga membuat lagu lainnya saat berada di dalam Lapas Singaraja yakni lagu berjudul "Keadaan" yang juga berawal dari kisah nyata yang dialaminya.

Lirik lagu ini mengilustrasikan Putu Suciawan yang ditinggalkan istrinya dan anaknya harus ke luar negeri karena suatu keadaan dan kenyataan bahwa Putu Suciawan harus dipenjara.

Berikut ini lirik lagu "Aku Harus Pulang" karya Putu Suciawan.

Menunggu pagi dan malam
Disini di tempat ini
Terbelenggu di kesunyian
Lupakan semua yang terjadi

Biarkan semua berlalu
Sesali semua masa lalu
Disini aku renungi
Berharap dan berharap

Di tempat ini telah kuhapus air mataku
Karna kutahu kau disana menungguku
Meskipun terbatas ruang dan waktu
Pintu pasti terbuka tuk kupulang
Aku pasti pulang

Biarkan semua berlalu
Mengubur kisah masa lalu
Disini telah kusesali
Semua yang kulakukan
***
Di tempat ini telah kuhapus air mataku
Karna kutahu kau disana menungguku
Meskipun terbatas ruang dan waktu
Pintu pasti terbuka tuk kupulang
Aku pasti pulang
***
Di tempat ini telah kuhapus air mataku
Karna kutahu kau disana menungguku
Meskipun terbatas ruang dan waktu
Pintu pasti terbuka tuk kupulang
Aku pasti pulang
***
Aku pasti pulang
Aku pasti pulang

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved